Monday, April 18, 2016

Malam ngebacrit : Orang Pendiam.

Wha, malam ngebacrit nongol lagi. Tempat gue curhat tentang idup gue.

Wihi.

Jadi begini guys,
.
.
.
.
Ada orang yang bilang gue adalah orang pendiam.

Padahal gue cuma mau di ajak ngomong.

Ada orang yang bilang gue itu dingin.

Padahal gue takut orang gak suka tentang apa yang gue omongin.

Ada juga orang yang bilang gue itu orang yang gak bisa di ajak ngomong.

Mungkin emang bener. Tapi gue selalu mencoba mengerti apa yang orang bicarakan.

***

Pada waktu gue SD, gue itu adalah orang yang pendiam. Pada waktu gue SD, gue berpikir tentang hal-hal di atas. Pada waktu SD gue selalu merasa hidup gue nggak adil. Dan pada waktu gue SD pula gue merasa kalo gue itu adalah......

..... orang yang paling tidak beruntung.

Pasti orang yang pernah ada di posisi gue, yang punya temen kayak gue, ataupun yang pernah nge-bully orang yang kayak gue (nge-bully itu gak baik, stoopid.) mungkin tau dengan apa yang gue maksud. Orang pendiam sebenernya nggak pendiam. Bahkan Stephen Hawking pernah bilang, "The quiest people have loudest minds" yang artinya "Fisika itu mudah ccd lo semua"  "Orang-orang pendiam adalah orang yang pikirannya rame" lol what a translation. Orang-orang pendiam itu bakalan memunculkan sifat aslinya kepada orang yang deket sama dia.

Seiring dengan berjalannya waktu, sedikit demi sedikit gue bisa menghilangkan rasa pendiam gue. Waktu SD, gue gak berani ngomong dengan orang dari kelas lain. Lalu, gue gak bakal ngomong sama orang lain di kelas gue yang nggak deket sama gue kalo nggak penting-penting amat. Kecuali kalo gue ikut-ikutan jahil......

Namun sejak SMP, gue bisa menghilangkan rasa takut gue untuk berbicara dengan cowok. Iya, cowok. Gue cowok. Yah, meski masih pilih-pilih karena jujur gue termasuk anak yang kurang pergaulan.

Ketika masa SMA datang, akhirnya gue bisa ngobrol dengan cewek. Setelah berhasil meng-overcome masalah yang udah menghantui gue bertahun-tahun.

Apa gue senang?

Ya. Pretty much.

Nah, di post kali ini gue pengen ngasih tau beberapa fakta orang pendiam. Buat yang ngerasa kalo ini gak benar atau kenapa, post ini semua berasal dari perspektif gue dan apa yang sudah gue alamin pas gue masih pendiem banget.

Jadi tolonglah diam dan disarankan buat di baca.

Jangan remehkan orang pendiam, ya.

#azek

1. Orang pendiam itu sebenarnya orang yang memperhatikan

Ini bener, lho. Jangan remehkan orang pendiam.

Secara diam-diam orang pendiam adalah orang yang memerhatikan. Nggak salah juga dong kalo gue bilang orang pendiam itu kemungkinan besar orang yang perhatian.

:))

Mungkin kita emang nggak kelihatan bodo amatan. Mungkin emang kita terlihat nggak niat menjalani hidup karena hanya menghabiskan waktu dengan diam. Tapi jujur, kita suka memperhatikan hal-hal kecil.

Dan diomongin bersama.

2. Orang pendiam rata-rata diam-diam mematikan

Bukan karena mereka bisa kentut tak bersuara tapi bau banget. Bukan.

Tapi dari apa yang gue alamin, orang pendiam itu kebanyakan wawasannya luas. Entah wawasan tentang berita, politik, ilmu pengetahuan, anime ataupun hal yang bebau jepang, bahkan wawasan tentang Song Joong Ki yang main Descendants of The Sun.

Ada juga, orang yang diam-diam akademik dan non-akademiknya bagus. Terkadang, lebih banyak yang condong ke akademik dibandingkan dengan non-akademik. Mungkin karena mereka lebih dominan menggunakan otak dibanding otot, ataupun jarang menggunakan keduanya bersamaan.

Nerdy.

But still handsome af.

3. Orang pendiam itu mengeluarkan sifat aslinya di lingkungan dekatnya

Kalo lo sering ngeliat ada anak kelas lo yang kalo lagi di dalam kelas itu diem doang, tapi kalo main sama temen-temennya suka rame gitu artinya dia udah menemukan teman yang cocok dengan dia dan bisa membuka diri dengan memunculkan sifat aslinya.

Gue begitu kok.

Sebenarnya, menurut gue sendiri, orang yang kemungkinan pendiam kayak gue itu pengen bisa berkomunikasi dengan orang lain.

Tapi, jujur gue sangat takut kalo orang yang gak bisa nerima orang pendiam atau jarang ngomong sama orang pendiam itu ngerasa aneh, ngerasa gak nyaman, ataupun ngerasa kayak, "Lo ngomong apapun gue gak tertarik."

Sulit.

Jadi bukan berarti orang yang pendiam itu buruk, ya.

4. Orang pendiam biasanya lebih nyaman berkomunikasi dengan orang yang punya kesamaan dengannya

Poin ini mendukung lebih dalam terhadap poin nomor 3. Biasanya kumpulan orang berkumpul karena memiliki cita-cita, keinginan, kesukaan yang sama.

Contohnya komunitas-komunitas pencinta suatu hal. Lewat komunitas-komunitas itulah sharing pengetahuan akan sesuatu terjadi.

Pendiam juga gitu kok. Jadi jangan kira pendiam itu gak punya temen ya meski kadang kurang pergaulan.

5. Orang pendiam itu gak seperti yang orang pikirkan

Ada orang yang mikir kalo orang pendiam itu sombong. Contoh, ketika ketemu temen lama di jalan.
Kebanyakan orang pendiam itu lebih suka menghindari teman lama yang mereka lihat, dan pura-pura nggak ngeliat deh.

Gue sendiri sering ngelakuin hal kayak gituan. Bukan karena gua gak suka ngeliat, ngobrol, atau gimana. Gue cuma takut dan gatau harus ngomong apa.

Hidup gue penuh ketakutan untuk berkomunikasi dengan orang yang udah lama nggak ketemu, dan orang yang baru gue mau kenal.

Sebenernya, mau kenalan kok. Mau nyapa kok. Tapi kadang kita sendiri gatau caranya gimana....

(Post tentang tipe-tipe orang ketika bertemu teman lama ada di sini)

Yah, begitulah.

Sebenarnya, hal yang salah itu mungkin ada di dalam diri si pendiam itu sendiri. Pendiam sendiri itu adalah suatu hal yang sebenarnya nggak patut di lakukan. Rasa anxiety emang pasti ada untuk pendiam, tapi coba berpikir. Apa mau selamanya menjadi pendiam, dan mau mati di kediaman juga?

Gue sekarang sedang berkembang menjadi orang yang tidak hanya berdiam diri di sekeliling orang yang belum gue kenal. Gue mencoba aktif, mencoba melakukan segala hal yang gue bisa.
Agar kelak nanti jadi orang yang..
.
..
.
kagak awkward.

Sekian.

Gajelas banget, dah.

Saturday, April 09, 2016

Liburan gak kemana-mana? Cobain salah satu hal yang bisa lo lakuin pas liburan ini!

Saat gue nulis ini, gue adalah seorang siswa kelas XI SMA. Gue menulis ini disaat gue sedang menjalani masa "belajar di rumah" selama 12 hari, karena kelas XII nya sedang menjalankan UN. Entah UN PBT atau CBT.

Biasanya, anak seumuran gue manghabiskan liburannya dengan berlibur, atau melakukan hal yang berguna. Tetapi gue, lebih memilih untuk diam di rumah. Nggak ngapa-ngapain. Gabut. Diem aja.

Masih terlalu banyak dopamine di dalam otak gue yang nyebabin gue gak mau ngapa-ngapain. Hm.

Sebelum mulainya 'belajar di rumah' yang kira-kira dimulai 8 hari yang lalu, gue berpikir sebaiknya gue memikirkan apa yang mungkin gue lakukan di rumah, kalo misalnya gue gak jalan-jalan. Gue juga berniatan untuk jalan-jalan, paling nggak gue menghabiskan beberapa hari gue untuk jalan-jalan.

Tapi, selama liburan gue lebih condong nggak menghabiskan liburan gue. Sama sekali.

Entah kenapa, liburan gue kali ini rasanya lebih pahit dari jamu. Jamu buyung upik.

Jujur aja, gue berencana juga buat nulis apa yang gue bakal lakuin selama liburan, apa yang gue alamin selama liburan. Dan rencana gue udah tersampaikan dengan post ini, yaitu dengan nggak kemana-mananya gue.

Post kali ini adalah draft gue waktu.... gue baru mau masuk SMA. Cuma sekedar nulis garis besar. Dan udah bersarang laba-laba juga draft ini. Post ini adalah salah satu dari sekian draft gue yang belom kesampean di tulis dan udah di revisi biar gak keliatan bocah. Mungkin ada yang nanya, kenapa gue banyak draft. Soalnya kadang-kadang lagi nulis, eh mood teralihkan. Atau ilang. Atau ada panggilan untuk war bareng.

Malah curhat, kambing.

Oke, jadi kali ini gue mau ngasih tips hal apa saja yang bisa lo lakuin kalo misalnya lagi liburan (entah liburan abis lulus-lulusan, abis UAS, libur lebaran, ataupun meliburkan diri) biar gak bosen dan busuk di rumah!

1. Main game

Main game adalah hal yang paling gue rekomendasiin bagi lo semua yang lebih milih buat ngehabisin waktu liburan lo dirumah. Game-game yang bisa lo mainkan adalah game yang berbasis PC, konsol, ataupun HP.

Paling enak sih, PC.

#pcftw #pc4lyf

Kenapa gue bilang PC?

Karena PC (meski yang standard dan bukan yang overpower) jangkauan gamenya luas, dan bisa untuk main emulator NES, PS1, PS2. Buat controller? Controller PS2/PS3 aja bisa di pake buat controller game PC yang bisa pake controller kok. =)

Apalagi PC yang kuat buat main game berat. Bhe.

Gue gak bilang kayak gini karena gue lebih prefer pc dibanding console, tapi karena emang kenyataannya gitu. Semua menjadi relatif, sih. Tergantung orang itu sendiri ada di sudut pandang mana dan ketemu nyamannya dimana.

2. Bantu beresin kamar

Ini adalah salah satu hal yang pengen gue lakuin. Tapi jarang banget kesampaian.

Buat yang dirumah nya menggunakan jasa yang ngebantu beres-beres rumah, sekali-kali sadar dirilah kalo misalnya kamar lo sendiri berantakan. Bisa mendidik diri sendiri buat bertanggung jawab kalo abis ngeberentakin kamar gitu kan. =D

3. Mencari ide

Mencari ide adalah hal yang pengen gue lakuin ketika gue liburan. Mencari ide yang gue maksudkan disini adalah, mencari ide tentang apa yang ingin lo lakuin nanti di masa depan.

Gue orangnya adalah orang yang menghadapi apa yang akan gue hadapin dalam waktu dekat. Gue sangat jarang berpikir jangka waktu panjang, kecuali masalah ini benar-benar membutuhkan pemikiran panjang.

Bisa dibilang, gue orangnya nggak berpemikiran panjang kalo gak dibutuhkan. Jadi, sulit untuk serius kalo gak di butuhkan.

Kagak deng. Bisa dilihat dari post-post gue, gue itu gimana orangnya kalo mikir pendek.

Buat yang mau mencari ide tentang hal lain, seperti apa yang bakal lo lakuin esok, atau apa yang pengen lo cari idenya yaa itu boleh lah pastinya!

4. Belajar

Sebelum gue melanjutkan, sebelumnya lo bakal mikir.

"Ambis lo, nyet."

Wei, jangan menghakimi dulu. Mungkin gue berpikir kayak gini, tapi selama liburan gue gak pernah nyentuh buku pelajaran atau buku referensi atau buku apapun yang berhubungan dengan pelajaran sekolah. :)

Lagian, orang yang notabene 'ambis' itu juga punya alasan tersendiri, dan alasannya itu terbilang bagus buat dia. Gak ngerugiin orang, kecuali kalo orang lain yang suka merasa rugi karena orang yang dibilang ambis. Kadang-kadang, masalah ambisius ini malah bikin orang itu ngedown karena dibilang ambis. Padahal, mungkin emang dari sananya itu dia udah begitu dan itu udah menjadi kebiasaan. Jadi kalo ada temen ambis, katain ambis aja tapi dalam taraf bercanda aja. :)

Gue sering kok bercandain orang begitu.

Ya, buat yang mau belajar kalo lagi liburan ya silahkan. Sangat-sangat memerhatikan masa depan sekali biasanya sih yang kayak begini.

5. Maraton film/anime/drama/apaan kek 

Nonton film atau anime atau variety show (ea) biasanya adalah hal yang lumrah buat gue lakukan selama gue liburan. Tetapi, di liburan UN pas gue nulis ini (Kelas XI) gue bener-bener nggak ngapa-ngapain. Jarang nyentuh HP. Jarang baca komik. Jarang nonton film, anime, dan sebagainya.

Buat lo yang waktu itu ketinggalan anime spring/winter/summer season, lo bisa nonton pas lagi liburan ini kok!

Mayan, dari pada waktu lo terbuang sia-sia dengan ngelakuin hal yang nggak bener gitu, kan.

6. Ngebuat sesuatu!

Lo punya skill akan sesuatu?

Seperti ngebuat lagu, film, atau nulis? atau bahkan skill untuk pup di toilet duduk dengan berdiri?

Daripada nggak ngegunain skill lo untuk menciptakan sesuatu yang bisa menyenangkan orang banyak in positive way, kenapa nggak?

Ngebuat lagu lalu di upload ke soundcloud, ngebuat shortmovie bareng temen-temen, ataupun ngehabisin waktu di rumah untuk nulis blog ataupun untuk nulis buku untuk dikirim ke penerbit juga oke!

Gue sih lebih menyarankan buat nulis. Nulis buku, gih!

#hftlyf

7. Cari duit

Daripada otot atau otak gak kepake selama liburan, mending dipake buat cari duit.

Bukan karena kekurangan uang atau kenapa, tapi yaaa mendingan dipake daripada gak diasah terus otaknya atau gak di pake ototnya, nanti mengecil lho ototnya.

Enaknya sih cari kerja online.

Lengkapnya, cari di google. Usaha keras tidak akan menghianati, kok! ;)

update

8. Olahraga

Ini adalah salah satu kegiatan terpositif yang bisa lo lakuin saat lagi liburan. Jangan cuma olahraga 5 cari (misal : gundu, catur, karambol, dan congklak), tapi cobalah untuk berolahraga yang minimal menggerakkan anggota-anggota tubuh dan paling nggak bikin keringetan.

Pake app workout di store, misalnya.

9. Merenung.

Konotasi merenung seakan jelek belakangan ini. Padahal gak semua merenung itu jelek.

Emang terkadang merenung itu dilakukan karena seseorang telah melakukan hal yang tidak baik, dan mereka merenung dan menyesal tentang apa yang mereka telah perbuat. Tapi, merenung bisa lo lakuin untuk memikirkan apa yang akan lo lakuin di masa depan, contohnya. Atau apa yang akan lo lakuin pada liburan yang akan datang kalo lo nggak kemana-mana,

Ya, gue ngepost ini sambil ngerenung, lho.

Gakdeng.


Intinya seperti itu.
.
.
.
.
.

Sekian dulu postan ccd dari gue. Gue tau, isinya gak seberapa. Tapi maksud gue nulis beginian karena gue mau kabur dari zona nyaman gue gak mau ngapa-ngapain selama liburan gue yang gak nggak kemana-mana.

Cheers!

Sunday, March 20, 2016

Problematika yang di alami pas chatting

Jujur, pikiran gue terbagi. Di satu titik gue lebih suka untuk ngobrol lewat chat, dan di titik lain gue lebih suka ngobrol di real-life karena gue merasa dapat memperkecil kemungkinan miskomunikasi.

Because of that, sekarang gue mau nulis tentang beberapa hal yang sering kita anggep agak gimana-gimana gitu kalo lagi chat sama orang. Orangnya beda-beda tentunya, karena gaya tulis orang itu berbeda-beda.

Gue bikin dalam format Q&A.

Lol.

Q : Kenapa sih biasanya kalo di akhir kalimat di tambahin titik itu artinya lagi gak mood?

A :Ini adalah salah satu problem yang gue alamin. Kalo lagi chat sama orang lalu di akhirnya di akhirin tanda titik, biasanya berarti tanda 'sirine' sudah nyala.

Mungkin orang yang lu ajak chat lagi gak mood buat chatting karena sesuatu. Atau karena lu yang bikin bete? ;)

Padahal, tanda titik di akhir kalimat gak selalu menjadi pertanda kalo orang itu lagi gak mood. Kemungkinan-kemungkinan lain muncul, seperti mungkin dia adalah orang yang benar-bener sudah hapal EYD dan perfeksionis dalam setiap apa yang ditulis. Mungkin juga di handphone nya emang ter-setting kalo setiap akhir kalimat sistem akan menambahkan titik dengan cara tap space 2 kali atau yang lain.

Mungkin aja dia juga iseng.

Atau jaim.

Kayak nulis blog gitu akhirannya sok-sok di akhirin dengan 'titik'.

Q : Kalo orang yang di chat itu suka nyingkat-nyingkat kalimat gimana?

A : Well, yeah gue juga orangnya suka nyingkat-nyingkat kalimat. Contohnya, misal gue nulis,
"Jangan baca blog gue, kurang kerjaan banget. Gausah di baca oke."

Kalo di chat, gue bakal tulis, "Jgn baca blog gue, krg kerjaan bgt. Gausah di baca ok"

Well, ya karena gue lebih berpikir kalo chat ini mau terus gue bales, gue harus menghemat waktu sebaik-baiknya. Itu menurut gue. Kemungkinan lain, bisa aja orang yang lu chat lagi sibuk, atau emang gak mau chat sama lu.

Apalagi kalo kalimat di atas di singkat gini, "Jgn bc blog gw, krg krjaan bgt. Gausah di bc k"

Hadeh.

Q : Kok gue bingung ya. Banyak yang kalo nulis di status pake 'gue' tapi kalo chat dia pake 'gua' atau 'gw'. Sama halnya dengan 'lo' dan 'lu' nih.....

A : Menurut gue pribadi, penggunaan 'gue', 'gua', 'gw' itu sama aja. Menunjuk ke individu yang sama juga.

Sama halnya dengan 'lo' & 'lu' juga kan?

Gue gitu, kok. Di blog gue terbiasa nulis dengan 'gue' dan kalo di chat terbiasa pakai 'gua'. Gue ada pandangan sendiri tentang penggunaan gituan. #bhak #tapiseriusan

Terus, jangan bawa perasaan a.k.a baper kalo misalnya lo chat sama seseorang dan dia pake aku. Bukan berarti dia nganggep lo spesial.

Emang dia begitu ke semua orang.

Q : Anjir gue baper, Di. Ehm... lanjut aja. Kalo misalnya ada yang suka nambahin huruf vokal di akhir kalimat, kayak, "Biasa ajaaa" itu gimana ya?

A : Itu kalo di ucapin emang kedengeran kayak ada sesuatu yang di sembunyiin. Tapi kalk di chat, kemungkinan-kemungkinan lain muncul. Kayak emang dia nyembunyiin sesuatu, atau pengen keliatan friendly, bahkan pertanda kalo dia mau sesuatu.

Ya know what I mean.

Q : Oohh ya ya gue ngerti apa maksud lo. Tapi lo pernah kepikiran gak sih, apa yang mereka omongin di chat itu sebenernya belom tentu di lakuin di beneran?

A : Ya iyalah. Dunia ini penuh orang yang mageran dan orang yang suka tertawa berlebihan.

Kayak misal di chat yang suka nulis gini :

"Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk"
(Ini ekspresi 'hahaha' orang indo)

Kalo cuma 'wkwk' gue masih bisa lah di mengertin tapi kalo udah panjang banget, seakan itu ketawa berlebihan tau.......

Ekspresi lol juga sebenernya kurang tepat, karena lol berarti tertawa terbahak-bahak (lol itu singkatan. Cari di google singkatan dari apa).

Sedangkan lu gak beneran ketawa terbahak-bahak kan....

Q : Kalo yang biasanya suka chat pake akhiran ':v' atau emotikon lain gimana?

A : Kadang-kadang sisipan emotikon di akhiran kalimat sering melambangkan ekspresi pemberi emotikon saat memberi emotikon.

Tapi sih biasanya, yang suka pake emotikon ekspresi wajahnya tuh gak kayak ':v'....

Tapi ekspresi hatinya begitu.

Q : Lu suka pake kan kambing. Oke yang terakhir nih, kalo yang suka read doang atau suka gabales gitu tapi nanti ngechat lagi/cuma ngeread juga ujungnya?

A : Gini. Jangan berpikir negatif tentang orang yang lo chat, malem-malem gak bales dan besoknya cuma di read atau bahkan gak di buka chat lu. Jangan.

Kemungkinan mereka yang melakukan itu emang karena gaada yang harus di omongin lagi atau bingung bales apa. Atau karena emang gak nyangka di chat lu. Atau emang karena lo emang gak di harapkan untuk nge chat dia.

Who knows.

Udah dulu ye, lu nanya mulu. Kalo mau nanya lagi ntar gue tambahin di sini, asal lu nulis di komentar apa yang harus di tambahin, pake 'Q : *isi yang harus gue tulis*'

Alryt
Peace out.

Saturday, March 19, 2016

Mendingan Gojek atau Grab? (19 maret 2016)






Heyo, orang-orang sekalian.

Lo pada tau kan, perang ojek online sudah semakin ramai. Kalo lo sering keluar rumah dan ke jalan raya, lalu lo ngeliat pengendara-pengendara motor yang bermacam-macam. Kalo lo liat ada pengendara motor yang ngebawa atau pake helm berwarna hijau, biasanya itulah salah satu tanda pengendara ojek online.

Duo besar aplikasi ojek online di Jakarta, Grab (sebelumnya Grab Bike) dan Gojek menjadi salah satu solusi yang mudah dan murah bagi yang ingin menggunakan sarana ojek sebagai transportasi untuk menuju ke suatu tempat.

Sejauh yang gue tau (sebagai pengguna parsial Gojek dan Grab Bike), Gojek dan Grab hanya bersaing di "Ojek" atau "Bike" saja. Ramainya orang-orang yang lebih memilih Ojek sebagai sarana transportasi karena lebih murah dan lebih cepat sampai (ini relatif, karena biasanya di Jakarta banyak jalan tembusan menuju ke tempat tujuan). Tetapi selain dari "ojek", fitus lain dari Gojek dan Grab itu berbeda.

Ayo baca review gue!

Tampilan Aplikasi

Yah, karena gue pengguna Android, ya jadinya gue pake aplikasi Gojek dan Grab di Android.

*GOJEK






Seperti yang bisa lu liat, gak cuma gojek doang layanan yang ditawarkan oleh Gojek. 
  • Go-Send : Kalo lo lupa bawa barang atau ketinggalan, lo bisa pake fitur ini.
  • Go-Ride : Ini nih, si Gojek.
  • Go-Food : Kalo misal lo laper tapi males buat jalan, Go-Food bisa jadi solusinya.
  • Go-Mart : Kalo misal males belanja, 
  • Go-Busway : Gue masih kurang ngerti fungsinya apa, tapi keliatannya sih terintegrasi dengan transjakarta, dan gue bisa liat jadwal Busway di halte apa, pada pukul berapa.
  • Go-Tix : Sesuai namanya. Buat pesen tiket. #noshit
  • Go-Box : Kayak buat mindahin barang-barang kalo lo mau pindah rumah, ini bisa jadi solusi.
  • Go-Clean : Solusi untuk yang males bersihin rumah!
  • Go-Glam : Gaperlu dijelasin. Fix.
  • Go-Massage : Buat pesen massage laah.
*GRAB



 Layanan yang di tawarkan di aplikasi Grab adalah:

  • GrabTaxi : Males panas-panasan naik GrabBike? GrabTaxi bisa menjadi solusi! Yang gue tau, Grab kayak berkoalisi sama Taxi mana gitu, jadi bisa deh dipanggil kerumah.
  • GrabBike : Males sama macet Jakarta dan pengen lebih cepet sampai tujuan? Ya pake GrabBike laah.
  • GrabCar : Solusi biar gak kepanasan lain selain GrabTaxi. Fare lebih murah, lho. Mobilnya lebih besar dibanding Taxi tentunya. Dan kalo rame-rame, bisa patungan biar bayar. 
  • GrabExpress : Ini tuh buat kirim-kirim paket gitu broh. Bisa untuk menjemput paket juga lho dan pastinya dianter ke tempat tujuan.

Nah kebayang kan sekarang gimana fitur-fiturnya? 

Menurut gue, setiap aplikasi punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, dengan gak menyebut bahwa masing-masing suka promo tentunya.

Perbandingan kedua aplikasi tersebut

Di section ini, gue akan menyebutkan kelebihan & kekurangan kedua aplikasi tersebut, sesuai dengan layanan yang pernah gue coba. Inget, sesuai dengan apa yang udah gue alamin.

Perbandingan:

  • Layanan yang ditawarkan lebih menarik : Gue orangnya gak ribet. Mau pake mobil, mau pake motor. Asal sampai dengan selamat gue udah puas. Nah, karena itu gue akan membandingkan transportasinya. Grab lebih dominan dengan transportasi. Sedangkan Gojek transportasinya hanya untuk personal, yaitu Go-Ride. Karena itu, semua kebutuhan transportasi gue eliminasi dari kedua apps tersebut. Sisa di Grab hanya tinggal GrabExpress, sedangkan di Gojek masih ada Go-Food, Go-Mart, dan lain-lain. Karena sisanya lebih banyak, otomatis yang bisa dilakukan dengan app Gojek lebih banyak dari Grab. Gojek unggul di sisi ini.
  • Untuk pergi kemana-mana, tentu gue lebih pilih paket personal ride yang dapat gue pilih di Grab (GrabBike) dan Gojek (Go-Ride). Tetapi, trip sendirian kesannya ga enak banget kalo pergi ke destinasi wisata yang ada di Jakarta. Maka, transportasi sangat di butuhkan kalo pergi bareng temen-temen di saat kendaraan kita rusak/gak bisa di pakai rame-rame. Dengan cara di atas, gue eliminasi layanan yang gak berbau transportasi dari kedua apps. Sisa dari Gojek hanya Go-Ride, dan Grab ada GrabBike, GrabTaxi, dan GrabCar. Jelas, Grab unggul dibanding Gojek di sisi ini. 

Ada tambahan dikit, minggu ini (14 Maret sampai 20 Maret) Grab mengadakan "free ride" untuk GrabBike dengan maksimum fare Rp 50.000,- bagi pengguna baru. Jujur, di saat itu (tanggal 14 Maret) adalah saat pertama gue pake Grab, kebiasaan pake Gojek sih. Well yeah, Grab lebih sering mengadakan promo yang gila-gilaan buat narik konsumen. Pada hari rabu, saat gue selesai makan di suatu resto, gue pesen GrabBike untuk pulang. Gue mulai pesen jam 3 sore. Sampe jam 3.35 belom dapet driver. Padahal pas gue liat mapsnya, ada beberapa driver di deket lokasi gue. Mana mendung, mana bekas ujan jadi becek, gadapet GrabBike lagi. Sedih. Ketika saat itu mulai gerimis, saat itu juga gua langsung kayak, "Well yah. Gue pesen Gojek." Dan gue langsung dapet driver. Dan keujanan. Thanks GrabBike.

Dan entah kenapa, gue gak berpihak di satu pihak untuk masalah ini. Gue yakin kalo suatu saat di masa depan nanti, dua-duanya bisa makin memperkuat layanannya kedepan. 

Dan memperbanyak driver, tentunya.

Oiya dan promo dibanyakin, ya.

Kalo lo gimana? Prefer ke Gojek atau Grab? :)







Makasih buat baca tulisan gue, dan see you.

peace out.

Saturday, March 12, 2016

Saya (tidak) senang.

Halo. Udah lama banget gue belom ngepost lagi.

Jujur, selama ini gue bukannya bingung buat ngepost apa buat blog. Hampir tiap hari gue selalu nemuin ide yang ujungnya gue selalu pengen jadiin postingan blog. Tapi sayang, waktu gue gak ada. Kadang-kadang gak sempet (karena males), ada tugas (tapi gak ngerjain karena males), dan karena gak ngapa-ngapain (karena males, lagi).

Jadilah akhirnya hari ini, gue, Hadi, empunya blog yang udah ngebiarin blognya ngegembel akhirnya ngepost lagi.

Ngomong-ngomong tentang judul, to be honest gak ada sama sekali hubungannya judul post ini dengan posting ini, hidup gue yang udah begini, dan hidung gue yang pesek ini. Karena gue rada gak ngerti mau nulis apa karena ide-ide gue sudah terlupakan, jadinya gue nulis spontan aja deh.

Gue udah kelas 2 SMA disalah satu sekolah yang kalo di search di Google Search, results tentang sekolah gue itu ratusan ribu. Bukan berarti gue mau pamer, tapi gak semua dari ratusan ribu itu semua tentang sekolah gue.

Oke gak nyambung. Lupakan.

Jadi gue menulis post ini saat liburan Ujian Sekolah kelas 3. Gue menghabiskan liburan gue untuk dirumah doang mainly yang tentunya beralasan. Gue males kemana-mana.

Nah! Karena begitu, kali ini gue akan menceritakan tentang idup gue kenapa gue lebih memilih dirumah.

Menurut gue, rumah itu tempat teraman. Gak ada tempat ter-pw selain dirumah. Lo capek belajar di sekolah? pengennya pulang. Capek abis kerja di luar rumah? Maunya cepet-cepet pulang. Pergi jalan-jalan? Ya ini relatif sih. Ada yang lebih condong mendingan diluar rumah istirahat. Tapi menurut gue, rumah adalah tempat yang paling ideal untuk melakukan apapun.

Gue suka buat menyendiri di kamar (bukan ngegalau nyet), kadang-kadang mikirin diri gue sendiri. Gue selalu mikirin hal lain. Mikirin orang, mikirin barang, mikirin makanan, tetapi gak pernah mikirin diri gue sendiri. Nah, saat itu adalah saat yang paling tepat untuk mikirin diri gue. Bakal jadi apa gue nanti. Mau makan apa gue nanti.

Gitu.

Rumah yang gue maksud juga sebenernya punya arti yang luas. Rumah bukan cuma berarti tempat lu berteduh dari hujan, beristirahat karena capek, atau tempat pup ternyaman. Tapi rumah adalah tempat dimana lu merasa hangat bersama orang-orang yang deket dengan kita, lyk keluarga, sahabat, teman, dan doi.

Anjir, Gue jijik sendiri.

Selama ini, gue Alhamdulillah selalu merasa berada di tempat yang bener-bener bisa gue anggap rumah. Rumah yang bener-bener bisa gue jadiin tempat gue berinteraksi dengan orang lain. Gue sebagai orang yang dulu sangat introvert dan lebih memilih rumah asli dibanding 'rumah' yang gue maksud, sangat-sangat senang akan perubahan yang gue udah alamin.

Oke cukup.

Ini dari post ini gue cuma mau bilang kalo gue telah kembali dari kuburan.

Lagi nulis post yang bener-bener bisa dibilang post.

Lagi iseng nulis buku juga.

Ok.


Wednesday, December 23, 2015

+/- Punya rambut kayak gue!

Gue Hadi. Gue adalah seorang murid sma yang memiliki rambut... ya ikal gitu. Gue gak tau jenisnya apa.

Waktu gue masih bayi, rambut gue lurus. Sumpah. Pas gue mulai mencapai masa pubertas, rambut gue mulai begini.

Me cri.

Ya, punya rambut kayak gue gini ada untung/nggaknya, yang bakal gue bahas kali ini. Langsung aja, kelebihan punya rambut ikal-tapi-kalo-panjang-bentuknya-kayak-microphone!

KELEBIHAN

1. Water Resist.

Ini yang paling gue suka. Terutama karena gue suka hujan. Tapi bukan berarti gue suka hujan-hujanan terus ngojek payung gitu. Nggak....

Tapi karena rambut gue punya kemampuan untuk menahan air. Gue sering pulang sekolah disaat langit Jakarta sudah (sangat) mendung. Gue pun mulai menyalahkan pemerintah karena jam pulang anak smp & sma terlalu sore.

Waktu gue smp dulu, gue sering pulang bareng temen-temen gue yang arah rumahnya sama kayak gue. Ditengah perjalanan ketika lagi nyari angkutan umum, tiba-tiba hujan turun. Gue dan temen-temen gue akhirnya berlari biar buru-buru dapet angkot. Semakin kencang gue berlari, hujan semakin deras. Lalu gue liat wajah temen-temen gue.......

Karena temen gue rambutnya lurus, mereka udah basah kuyup. Kayak abis dilelepin di kolam renang.
Sedangkan gue?! Rambut gue baru basah sedikit men!

Tapi ujung-ujungnya hujan makin deras dan temen-temen gue makin keliatan basah (?) dan kemampuan 'water resist' gue mulai menurun. Gue mulai merasakan air hujan di kulit kepala gue.
Anjing, dingin ternyata.

2. Bisa nyembunyiin sesuatu dirambut.

Keuntungan yang kedua ini nih!

Kalo lo punya alat-alat tulis baru, dan lo gamau barang-barang lo ilang, lo bisa selipin di rambut.
Sumpah.

Pernah di suatu saat, saat gue lagi merhatiin guru ngajar gue lagi megangin pensil. Iseng-iseng gue taro di rambut.

Setelah beberapa saat merhatiin, gue bosen, dan gue main game. Setelah selesai main game, gue pengen nulis sesuatu yang penting di buku catetan gue tentang apa yang gue tangkep dari pelajaran tadi menggunakan pensil.

Pensil gue ilang.

Gue cariin.

Gue puyeng, lalu gue garuk-garuk rambut.

Eh ketemu. Goblok.

Bahkan yang nulis keuntungan punya rambut gini aja lupa nyimpen pensilnya di mana. Sepertinya gue gak perlu bawa tempat pensil ke sekolah lagi, deh.

3. Disuatu saat orang yang doyan brokoli akan laper liat rambut lo.

Mungkin terdengar aneh, tapi ya rambut gue kalo panjang emang nggak kebawah. Tapi ke atas. Kayak brokoli.

Atau pohon. Ya. Pohon berjalan. Kayak benakribo.

4. Kalo dielus-elus ada sensasi tersendiri.

Kalo dielus ya... kayak geli-geli gitu deh....

Sumpah, beda banget kalo lo ngelus rambut lurus sama rambut kayak gue. Enakan dielus tuh yang rambut kayak gue tau.

Kayaknya.

------

Oke, sebagian keuntungannya udah gue sebut, sekarang langsung ke ketidakuntungannya :

KETIDAKUNTUNGAN

1. Model rambut sedikit

Ini salah satu ketidakuntungannya.

Kalo lo jadi cowok, kemungkinan rambut lo pas panjang dan dipotong, kalo gak dirapihin (diperbagus), dipendekin, kalo gak botak.

Udah. Gitu aja.

Sedih.

Gue gak terlalu memperhatikan penampilan gue, jadi ya gue gak pernah ganti gaya rambut.

2. Susah diatur, susah disisir

INI NIH!

AH.

Dilema orang rambut kayak gue, sehabis mandi kalo gak sisiran, rambut bakal berdiri dan susah diatur. Sekalipun disisir, juga bakal tetep berdiri.

Duh...
3. Kalo ada sesuatu yang nempel/jatoh di rambut, susah dilepas/bersihin.

Paling ngeri.

Kalo ada sesuatu yang terbang lalu mendarat dirambut lo. Kawin, beranak pinak disitu.
Gila. Nightmare banget.

Gue sering bayangin orang yang punya rambut kayak gue. Kesian. Kalo misalnya ada orang iseng naro potongan kertas kecil-kecil di rambut, bakal susah banget dibersihin. Nyelip-nyelip. Kalo disiram, kertasnya basah dan hancur, makin parah.

Apalagi kalo ada serangga hitam mendarat dirambut lo....

Oke banget.

Mendingan gue nyumbangin rambut gue dijadiin sarang burung, deh.

Oke! Sekian dulu yang bisa gue tulis. Gue kasih bonus rambut gue deh, biar gak kepo.

Cheers!

Wednesday, December 16, 2015

Ada post baru sebenernya....

Jadi keitung 2 hari yang lalu, gue udah nge-update blog nih. Tapi karena blog itu hasil updatean gue di draft keitung tahun 2014 bulan september, pas gue publish, eh ternyata masih ngikut bulan dan tanggal pas gue ngesave draft itu.

Kok bisa ya.

Gapake lama ini link ke post baru gue : http://hadialattas.blogspot.com/2014/09/artikel-dr-hadi-fakta-fakta-tentang-upil.html

Danke!

Sunday, November 01, 2015

Saturday, October 24, 2015

Pertanyaan random di askfm #1

Yomaan gua balik lagi nih!

Sori post mingguan nggak nongol, gua baru selesai uts dan minggu kemarin gua nyiapin buat uts hari senin.

But anyway udah selesai uts nya! Jadi gua bisa kembali ke kebiasaan buruk gua yang lama. Yey!

Oke, jadi sebenernya gua udah mau ngelakuin ini dari lama, dan baru kesampean sekarang. Kali ini gua mau ngejawabin pertanyaan random di askfm yang ada di stok pertanyaan akun gua di askfm. Ada beberapa answeran yang gua delete, biar bisa gua reanswer disini. Oke langsung aja yak wkwkwk

1.  Hewan apa yang menurutmu paling menekankan?

Hewan yang menekankan, menakutkan, menjijikan dari semuanya cuma satu.

Kecoa.

Sumpah. Gak ada hewan yang lebih superior dibidangnya dari itu sejauh gua bisa menilai. Fahkin hell.

Buat lu yang baca ini dan takut sama kecoa, saran gua biar lu gak takut lagi sama kecoa, search di youtube, "the biggest cockroach ever" dan liat video-videonya.

2. Could you describe someone who has cute armpit?

Ya dia punya ketek. Mungkin berambut dan belom pernah dipotong. 3 tahun. Gak pernah pake deodoran. Hem. Yes.

3. Cuy, TGIF artinya apaan?

Itu akronim dari Tai Gua Item as Fak. Kayak pup kambing gitu.

4.  Apa nama buku yang terakhir kamu baca?

Buku fisika.

Jk lol. Buku diary gua.

5. Apa yang membuatmu gugup?

Kegugupan. Ketidaksiapan. Ketidaksempurnaan seorang manusia dalam menjalankan suatu hal.

Anjir alay bat.

6.  Jika kamu bisa langsung berbicara bahasa apapun di dunia ini, bahasa apakah itu?

Oh yes! Dari dulu gua selalu ingin bisa berbicara bahasa binatang. Jadi kalo ada hewan yang mau makan, gua bisa tau. Kalo ada yang mau ribut, gua bisa tau. Dan kalo ada yang mau kawin, bisa gua rekam.

Fin.

7. Ini siapa?

.......

8. What doesn't the World know about the country you live in?

Negara ini masih dijajah sama penguasanya sendiri. Mungkin mereka belom tau.

9Sayangku maukah kau jadi ayam hutanku?

Kalo gua jadi ayam hutan, berarti gua bisa bahasa binatang dong? Lel

10.  Kakak aja punya jav banyak banget

Jav itu apa yah kak.....

Segini dulu post kali ini. Gak guna kan? Belom hari minggu sih jadi gini nggak jelas. Makanya, biar ada post lanjutan kayak gini, lu bisa ngeask gua di askfm gua di sini, biar pertanyaannya makin banyak dan makin panjang jawabannya wkwkwk.

Cya in da next one bitj.

Sunday, September 27, 2015

Hari minggu! Yes!

Yoo watsap! Hari ini hari minggu loh!

Besok hari senin loh! Anjing gak sih!

Jelas banyak orang yang suka hari minggu. Dan banyak juga yang gak suka hari minggu karena besoknya senin. Karena besoknya senin, semua aktifitas rutin yang biasa dilakuin dari senin ke jum'at atau bahkan sampai sabtu terulang lagi. Hfft.

Gua pernah liat post kayak gini di ask.fm, "Kenapa jarak dari minggu ke senin itu 1 hari sedangkan dari senin ke minggu itu 6 hari *emot sedih* *emot sedih*" itu sama aja kayak nanya kenapa jarang angka 11 ke 12 di jam manapun jaraknya 1 angka, dan jam 12 ke 11 itu 11 angka. Hffttt.

Oke gua gak mau bahas itu, karena bakalan melenceng dari bahan yang mau gua omongin. Gua selalu berpikir, apa hal yang bisa gua lakuin di hari-hari libur gua?

Gua sebagai salah satu siswa SMA di Jakarta, sekolah 'cuma' dari senin sampai jum'at. Tapi pelajarannya rasanya tuh kayak lu belajar seminggu full oke. Otomatis, gua libur hari sabtu dan minggu. Nah, di 2 hari libur gua itu, gua juga mikir gimana caranya gua bisa lebih produktif dibanding cuma duduk (depan pc), duduk (di kloset), dan duduk (tiduran itu menurut gua adalah duduk. Karena tetap menggunakan pantat. Kecuali kalo dah menghadap kanan/kiri.). Gua pengen ngelakuin hal yang lebih produktif.

Contohnya, yaa paling nggak bantuin beresin rumah, atau lanjut nulis blog, atau ya ngapain kek gitu. Tapi gua ujungnya selalu gagal ngelakuin semua yang gua mau lakuin dan berujung gua duduk di kasur.

Terus tidur.

Gua juga mau mengurangi gua kebiasaan gua main game, tapi ujungnya malah gua main seharian. Gua mau coba nyiapin buku buat besok, malah ujungnya cuma berantakin buku doang. Gangerti lagi gua harus apa.

Awalnya gua juga mikir pengen nulis blog, yha tapi gitu sih goblok juga gua.

Ya intinya gua mulai sekarang bakalan nulis mingguan tentang apa yang gua lakuin dirumah.

Peace.

Cya!

Ask me on askfm : http://ask.fm/hadialattas
Twitter : http://twitter.com/hadialattas