Showing posts with label indonesian blogger. Show all posts
Showing posts with label indonesian blogger. Show all posts

Sunday, July 10, 2016

"Emosi" - Mood, mood, mood, keadaan.

Emosi.


Kadang manusia terbutakan oleh emosi.

Emosi membutakan manusia, sehingga manusia terbutakan oleh hal yang tidak dapat dikendalikan manusia itu sendiri.

Yang membuat suasana girang menjadi tegang,
Yang membuat perasaan senang menjadi berang, dan
Yang membuat gue membuat post ini spesial untuk orang yang emosian.

Kali ini gue pengen ngomongin soal emosi. Ngomongin soal emosi nggak ada habisnya. Selalu aja emosi manusia yang mengontrol manusia dan kadang sering mengalahkan akal sehat.

Menurut abang KBBI sendiri, Emosi emosi/emo·si/ /émosi/ (n) 1. luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat; 2. keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan); keberanian yang bersifat subjektif); 3. (bentuk kata percakapan tidak baku) marah;

"Luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat"

Oke, emosi manusia ada banyak. Malu, bahagia, marah, sedih, dan takut. Tetapi post ini hanya mengkhususkan 'emosi' ke dalam satu buah emosi; seperti yang bisa dilihat gue akan membahas tentang MARAH.

Kadang gue bingung, kenapa kita marah? Kenapa kita bisa melakukan dan mengucapkan sesuatu yang nggak kita inginkan? Kenapa kita merasakan luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat itu?

Gue pernah marah, menurut gue itu hal yang manusiawi. Gue marah melihat sesuatu yang sangat jelas terlihat tapi orang tidak perduli dan tidak memperhatikan. Gue marah karena tidak suka akan sesuatu yang tidak suka gue lihat. Gue pun juga marah ketika gue marah akan orang lain, lalu sedih akan diri gue sendiri. Marah adalah hal yang manusiawi, tapi kadang gue berpikir. Perlukah ada emosi bernama 'marah' itu untuk ada?

Pernah nonton film animasi Disney "Inside Out"? Menceritakan tentang anak bernama Riley, dan di sepanjang film kita difokuskan dengan 5 emosi utama yang mengontrol 'Mood' Riley. Joy, Sadness, Fear, Anger dan Disgust adalah 5 emosi yang gue sebut-sebut diatas. Suatu ketika Joy dan Sadness dengan tidak sengaja 'berpindah tempat' sehingga mereka tidak berada di tempat mereka seharusnya berada, sedangkan yang berada di kepala Riley untuk mengontrol emosinya hanya tersisa Fear, Anger, dan Disgust. Joy dan Sadness mencoba mencari jalan kembali ke ruangan kontrol agar emosi Riley kembali stabil. Bisa terpikirkar apa yang terjadi jika Fear, Anger, dan Disgust yang mengontrol emosi seorang anak gadis? Di dalam film, emosi yang paling mendominasi untuk mengontrol Riley adalah Anger, yang membuat anak gadis ini hampir pergi dari rumahnya dan kembali ke dimana dia berasal. Spoiler alert. Tapi yekali belom nonton.

Film Inside Out tiba-tiba muncul di pikiran gue ketika gue menulis dan memikirkan hal yang sedang gue tulis. Jelas bahwa di film tersebut, tanpa adanya kebahagiaan dan kesedihan yang ada di dalam diri seseorang, atau kebahagiaan dan kesedihan seseorang telah sirna dari dirinya udah nggak ada, marah akan mendominasi.

Gue sendiri sadar akan hal itu. Gue adalah orang yang bisa dibilang memiliki emosi yang stabil. Manusia jaman sekarang harus tahan goncangan yang akan dihadapin ke diri kita. Tapi gue sendiri pernah ngerasain namanya takut akan sebuah kemarahan seseorang. Takut ketika guru killer masuk ke dalam kelas dan suka banget memperhatikan detil-detil ruangan kelas dan penghuni kelas, dan kita takut kalau kita menjadi salah satu korban. Apalagi kalau jadi korban. Takut ketika orang tua memarahi karena nilai ulangan yang jelek. Takut ketika teman akan memutuskan persahabatan ketika kita nggak solid, dan kalo gak solid kita di marahin dan nggak di anggap solid, terus dipukulin. Rame-rame. Wah solidaritas apaan nih.

Ketika orang marah pasti disebabkan oleh suatu hal. Tidak puas, tidak terima, tidak ingin disalahkan/menganggap dirinya selalu benar, argumennya tidak diterima dengan baik, lalu sedang menstruasi jadi agak sensitif dan/atau orangnya emang sensitif. Pasti memiliki banyak sebab. Tetapi sayangnya, sayangnya sekali lagi, korban-korban dari seseorang yang marah itu kadang merupakan korban yang sebenarnya innocent, nggak salah apa-apa. Contohnya, ketika ada temen lo lagi marah. Lalu lo tanya, "Woi, lo kenapa? Keliatannya lagi nggak mood."

"Apaansih? Sok penasaran banget. Emang lo ngga liat apa muka gue lagi begini?" Muka marahnya sama muka senengnya nggak ada bedanya.

Yah, kita nggak salah dong. Kita bertanya karena kita perduli. Tadinya ramai tiba-tiba menjadi diam. Tadinya lagi asik-asik aja beberapa saat kemudian lalu diam. Kayak lagi nahan boker.

#kejadiannyata #benarbenarterjadi #pengalamansendiri #ternyataemangboker

Di kesempatan yang lain, orang lain memanfaatkan tampangnya yang perkasa, kemampuan memarahi dan kekuatan untuk menunjukkan kekuasaan, pangkat, harkat, martabat, hidayah yang dia punya dan dapatkan. Sehingga orang bisa respect ke dia. Bro, ayolah. Respect nggak didapat dengan cara yang lo lakuin di atas. Dengan cara lo memperlakukan kita dengan baik, beralasan jelas, saling respect, di depan memberi contoh, di tengah memberikan semangat, dan dibelakang memberikan dorongan patut lah kita respect karena punya nilai lebih di mata orang lain. Tapi kita jangan tolol dan lembek juga kayak bubur, apalagi ikut akademi-akademi-an.

Sedikit out of topic tapi biarlah. Lo harusnya paham maksud gue diatas.

Kembali ketempat yang seharusnya gue berada, gue ingin bilang. Marah itu nggak enak. Apalagi kalo menghasilkan korban akan amarah. Kadang orang gengsi untuk mengakui kesalahan diri sendiri dan juga malu untuk meminta maaf. Sadar diri lah. Lalu, dimarahi lebih nggak enak lagi. Rasanya apa yang sudah kita lakukan belom cukup juga untuk si pelaku amarah ini. Kita udah mencoba sebisa kita, tapi usaha kita gak cukup memuskan.

Tapi tenang guys, disini gue sebagai orang yang pernah marah dan dimarahi ingin memberikan tips gue ketika gue marah dan dimarahi.

Ketika kita di posisi yang marah :

1. Mencoba untuk nggak marah lagi. Yap, serang gue. Kenapa gue bilang serang? Mencoba nggak marah adalah ide tertolol ketika orang marah baca tulisan gue. Tapi seriusan, mencoba nggak marah itu adalah hal pertama yang harus lo coba. Please.

2. Tarik nafas ketika pengen marah. Cara ini terbukti efektif untuk beberapa orang yang marah, tapi di suruh sabar dan tarik nafas. Usahain, jangan manja. Buat diri sendiri dan orang lain, lo akan jadi orang yang baik dan akan menyelamatkan banyak orang dari apa yang akan terjadi. Oke?

3. Cobalah untuk meremas/melipat/mengenggam sesuatu (bukan ngebuat sesuatu yang berbau origami). Maksud gue, kalo lo sedang ingin marah atau gimana pun, meremas tangan mungkin adalah salah satu jalan yang efektif untuk meredam amarah. Kalo gue, kadang suka melipat jempol kaki gue dengan telunjuk gue lalu ditahan, dan cara itu lumayan efektif buat gue bisa menahan apa yang bakal keluar dari mulut gue. Apapun itu. Termasuk iler.

4. Pikir kebaikan orang itu. Coba pikirin dengan cepat apa kebaikan orang yang ngebuat lo marah ke lo. Kalo gapernah dia berbuat baik sama lo, pikirin apa perbuatan baik yang pernah dia lakuin ke orang lain. Kalo nggak pernah liat dia berbuat baik sama orang lain, pikirin pemandangan yang indah, pemandangan sejuk, pemandangan yang bisa membuat hati lo tenang. Ya. Gunung, sawah, dan lautan simpanan kekayaan. Tapi jangan sampe ada si kambing yang ngebuat lo emosi itu.

5. Sabar. Kalo lo marah akan perbuatan seseorang yang tidak sesuai dengan apa yang lo minta, pikirkan usaha yang udah dia lakukan untuk memenuhi permintaan lo. Gaada orang yang sempurna. Yang ada hanya orang yang ingin kesempurnaan dan ingin semua sempurna di mata dia. Ya, orang yang pemarah ini contohnya. Pikirin lagi. Kalo lo ada di posisi dia, apa lo sanggup membuat sesuatu yang sempurna bagi orang yang lo habiskan usahanya untuk? Nggak. Manusia nggak pernah puas. Berhenti komplain, dan terima kenyataan. Gaada kesempurnaan buat kita, kecuali kalo kita merasa cukup dan merasa kecukupan itu adalah sebuah kesempurnaan.

6. Minta maaf. Ayolah... jangan takut. Jangan ngebuat sebuah 'minta maaf' menjadi sesuatu sulit diucapkan. Tapi benar-benar di ambil dan dijaga arti sebuah minta maaf tersebut. Ntar keseringan begitu, minta maaf mulu lagi. Support satu sama lain, dan jaga perasaan satu sama lain.

Hm..

Kalo kita yang dimarahin :

1. Jangan merasa ngedown. Mungkin boleh, ya dikit aja lah jangan banyak-banyak dan lama-lama. Maksud gue ya ayolah. Masalah belom tentu bertambah baik dengan bersedih hati. Lihat kembali diri kita, jadiin ini batu loncatan untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi lagi, okay?

2. Berusaha untuk sabar. Ini adalah hal yang penting untuk tidak membuat keributan yang lebih besar lagi. Bersikaplah lebih dewasa dibanding yang memarahi. Lakukanlah tingkah yang nggak membuat kemarahan orang itu makin besar dan cepat selesai. Jangan buang waktu, nak. Waktu adalah uang.

Sok suci banget gua. Kampret.

3. Jika ditanya, berilah alasan yang logis. Kenapa? Orang marah itu perlu penjelasan, kenapa sesuatu yang mereka inginkan tidak terlaksana, tidak tercapai, tidak kesampean atau apalah. Berilah alasan yang jelas, dengan awalan membuat orang tersebut cukup tenang untuk menerima masukan. Yekali, orang yang masih ngamuk kayak beruang grizzly nyari mangsa masih mau diajak ngomong.

4. Terima kesalahan dan kenyataan, lalu menatap kedepan. Kalo emang kita salah, kita akui kesalahan. Kalo nggak salah, yang marah lah yang salah tapi terima kenyataan kalo kita yang dimarahin. Terima kenyataan, anggap hal ginian tuh yang ngebuat kita bangun dan jadi pribadi yang lebih kuat di masa depan. Kayak bang Arnold Schwarzenegger waktu di jaman keemasaannya main pelem. Ah.. those days....

5. Mau terima minta maaf. Ayolah... terima. Minta maaf itu nggak gampang lho. Jangan jual mahal, tapi nanti jangan ngebuat sebuah permintaan maaf yang awalnya sulit dikeluarkan itu menjadi sangat mudah dikeluarkan juga. Support satu sama lain itu penting dalam menjaga hal beginian.

Yah segitu aja dulu post gue.

Setelah gue ngepost ini, gue pun hanya bisa berfikir "Apa yang barusan gue tulis.... oh tidak. Udah terlanjut di tulis." dan setelah pengen ngereview malu sendiri dan hampir mual. Rasanya post ini terlalu motivational...

Gue butuh promag. Emang gue apaan? Hadi Teguh Platinum Ways? Atau Dokter Hayke yang ngebahas masalah-masalah kemanusiaan yang sampai sekarang kurang laku? Apalah gue ini, cuma sebuah pelajar bodoh yang mencoba menulis sesuatu yang keluar dari kepalanya sendiri pas lagi ngupil.

This post is for you, ny. I really mean it.

Dan, gue udah terlalu banyak membuat perilaku konyol kepada orang-orang disekitar gue. Emosi-emosi gue yang mengarah negatif mungkin telah membuat orang disekitar gue merasa sebal akan hadirnya gue di kehidupan mereka. Tapi comeon... gue mencoba menjadi Hadi terbaik yang mungkin akan kalian kenal seumur hidup kok.... Maafkan gue ya kalo banyak salah. Banyak sih....

Well sebelumnya gue bilang gue mencoba menjadi Hadi terbaik yang mungkin akan kalian kenal seumur hidup kalian, tapi sayangnya....


Well yeah. Nama gue termasuk nama terpopuler di Indonesia. Good luck, me. Masih panjang jalan gue menjadi Hadi yang terbaik buat orang-orang yang gue kenal dan kenal dengan gue.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
INI POST SERIUS BANGET KAMBING. AH IM DONE.

Btw this is the end of the post,

After all, this post is just one of my random thoughts.

Xixixixi.

See ya later.



Sunday, November 01, 2015

Saturday, October 24, 2015

Pertanyaan random di askfm #1

Yomaan gua balik lagi nih!

Sori post mingguan nggak nongol, gua baru selesai uts dan minggu kemarin gua nyiapin buat uts hari senin.

But anyway udah selesai uts nya! Jadi gua bisa kembali ke kebiasaan buruk gua yang lama. Yey!

Oke, jadi sebenernya gua udah mau ngelakuin ini dari lama, dan baru kesampean sekarang. Kali ini gua mau ngejawabin pertanyaan random di askfm yang ada di stok pertanyaan akun gua di askfm. Ada beberapa answeran yang gua delete, biar bisa gua reanswer disini. Oke langsung aja yak wkwkwk

1.  Hewan apa yang menurutmu paling menekankan?

Hewan yang menekankan, menakutkan, menjijikan dari semuanya cuma satu.

Kecoa.

Sumpah. Gak ada hewan yang lebih superior dibidangnya dari itu sejauh gua bisa menilai. Fahkin hell.

Buat lu yang baca ini dan takut sama kecoa, saran gua biar lu gak takut lagi sama kecoa, search di youtube, "the biggest cockroach ever" dan liat video-videonya.

2. Could you describe someone who has cute armpit?

Ya dia punya ketek. Mungkin berambut dan belom pernah dipotong. 3 tahun. Gak pernah pake deodoran. Hem. Yes.

3. Cuy, TGIF artinya apaan?

Itu akronim dari Tai Gua Item as Fak. Kayak pup kambing gitu.

4.  Apa nama buku yang terakhir kamu baca?

Buku fisika.

Jk lol. Buku diary gua.

5. Apa yang membuatmu gugup?

Kegugupan. Ketidaksiapan. Ketidaksempurnaan seorang manusia dalam menjalankan suatu hal.

Anjir alay bat.

6.  Jika kamu bisa langsung berbicara bahasa apapun di dunia ini, bahasa apakah itu?

Oh yes! Dari dulu gua selalu ingin bisa berbicara bahasa binatang. Jadi kalo ada hewan yang mau makan, gua bisa tau. Kalo ada yang mau ribut, gua bisa tau. Dan kalo ada yang mau kawin, bisa gua rekam.

Fin.

7. Ini siapa?

.......

8. What doesn't the World know about the country you live in?

Negara ini masih dijajah sama penguasanya sendiri. Mungkin mereka belom tau.

9Sayangku maukah kau jadi ayam hutanku?

Kalo gua jadi ayam hutan, berarti gua bisa bahasa binatang dong? Lel

10.  Kakak aja punya jav banyak banget

Jav itu apa yah kak.....

Segini dulu post kali ini. Gak guna kan? Belom hari minggu sih jadi gini nggak jelas. Makanya, biar ada post lanjutan kayak gini, lu bisa ngeask gua di askfm gua di sini, biar pertanyaannya makin banyak dan makin panjang jawabannya wkwkwk.

Cya in da next one bitj.

Saturday, September 20, 2014

Artikel Dr. Hadi : Fakta-fakta tentang Upil!

Hola! Kembali dengan dr. Hadi. Kali ini kita akan membahas tentang upil.

Sedikit aneh memang, tapi upil memang sudah menjadi bagian hidup setiap orang. Apalagi kegiatan menggali upil yang biasa kita sebut mengupil, juga sudah menjadi bagian hidup seorang manusia.

Di kesempatan ini, kita akan membahas beberaps fakta upil-manusia yang mungkin belum kalian ketahui.

Langsung aja!

1. Keinginan menggali upil kadang terjadi diwaktu yang tidak diinginkan.

Sejauh riset yang sudah saya lakukan, banyak orang yang mengupil disaat yang tidak diinginkan orang itu sendiri. Contohnya, waktu itu saya sedang bercanda ria dengan teman-teman dekat saya. Saat itu kami sedang istirahat dan berada di dalam kelas. Suatu ketika, disaat kami sedang tertawa terbahak-bahak, ada saat dimana salah seorang teman saya merunduk setelah tertawa, dengan tangan yang terlihat mengobel sesuatu dari hidungnya. Dengan sigap saya dalam hati saya berkata,"dia sedang menggali emas."

Cukup dengan kata-kata formal. Gue mual.

Ya! Mengupil dapat terjadi di saat-saat seperti itu. Gue juga pernah ngupil disaat pelajaran, terutama pelajaran yang nggak gue suka. Saat gurunya menerangkan, gue malah sibuk bekerja menggali 'emas' gue. Tentunya karena gue manusia sopan dan tau diri, gue nutupin idung gue pas ngupil.

2. Pengupil itu kebanyakan berani berbuat, tapi gak berani bertanggung jawab.

Sering liat gak sih orang-orang (atau lu sendiri) kalo ngupil selalu berani, tapi nggak bertanggung jawab terhadap upilnya?

Ini sering banget terjadi. Karena mereka nggak bertanggung jawab, akhirnya upil-upil yang sudah digali tersebut dipeperkan ketempat lain, contoh tembok, bagian belakang kasur, atau kolong kursi.

Pernah suatu hari di kelas, gue lagi di sekolah merhatiin guru. Emang guru ini suka diperhatiin. Kalo nggak diperhatiin suka ngomong, "Perhatiin saya dong jangan asik ngobrol sendiri!"

Oke, ketika gue lagi merhatiin, iseng-iseng gue megang-megang bagian bawah kursi. Tiba-tiba gue menyentuh sesuatu yang kering, berbentuk kecil, dan pas gue cium tangan gue bau. Gue yakin yang gue barusan sentuh tadi adalah upil kering.

Tai. Ternyata ada orang yang udah nempelin upilnya di bawah kursi gue.

Akhirnya demi balas dendam, gue ngupil, dan gue taro persis disamping upil yang sebelumnya gue pegang. Meski dengan sangat terpaksa saat gue meraba-raba bagian bawa kursi tersebut gue harus kena upil kering tadi.

Hft.

3. Upil terkadang nomaden.

Nomaden, atau berpindah-pindah tempat adalah salah satu takdir menjadi sebuah upil. Terkadang, ketika upil sudah digali dan pengupil jijik sama upilnya sendiri, dia bakal buang upilnya, tapi nggak dipeperin ke mana-mana.

Malahan, dia bakal lempar upilnya.

Sasaran paling enak sih, seragam sekolah temen, rambut temen, atau kursi.

Kursi temen atau kursi guru.

4. Upil itu...... asin.

Buat lu yang gak pernah ngupil (gak mungkin), atau gak pernah cobain rasanya upil itu gimana, gue kasih tau kalo rasa upil itu asin.

Serius!

Gue pernah coba (uek) dulu pas gue masih penasaran akan hal-hal yang nggak normal. Yaitu waktu kecil. Apa aja dirasain. Salah satunya upil.

AHAHAHAHAHAHAH.

Gue merasa jijik sendiri. Buat nginget, apalagi setelah gue sadar kalo gue nulis tentang tulisan ini berdasarkan diri gue sendiri.

Fak.

Kalo gak percaya sama rasa upil, boleh lu ambil dari hidung lu sendiri, dan cicip sedikit.

Gue gak nyaranin, tapi silahkan buat yang penasaran. Gue jijik.....

Oke sekian dulu artikel dr. Hadi kali ini! Jangan lupa buat baca artikel Hadi yang lain di hadialattas blog!!

Cya later.


P.S. Hadi lagi gabut nggak ngapa-ngapain. Katanya sih lagi dilema. Padahal katanya mau update blog tiap minggu tuh....