Showing posts with label hadialattas. Show all posts
Showing posts with label hadialattas. Show all posts

Saturday, June 17, 2017

My Anxieties


Sebagian besar orang punya kecemasan mereka masing-masing. Kecemasan berlebih akan suatu hal yang sangat mengganggu kondisi seseorang tersebut. Dan gue adalah salah satu dari sebagian besar orang itu.

Tapi sekarang, gue sudah bisa meng-overcome sebagian besar kecemasan gue meskipun belum seluruhnya. Sekarang, gue akan menulis tentang tiga kecemasan yang mulai bisa gue kendalikan:

1.  Takut bertemu orang baru

Jujur, sebenarnya bertemu orang baru di kehidupan kita adalah sesuatu yang menarik. Menurut gue, gue adalah orang yang termasuk senang dengan suatu perubahan yang cenderung positif, namun gue sangat tidak bisa untuk menyikapinya dengan perbuatan.

Ngerti gak? Kayak dalam hati mau tapi nggak bisa dilakuin. Bukan karena gamau, tapi karena belum mampu.

Contoh paling simpel adalah ketika gue baru masuk sekolah. Ambil contoh, masuk SMP. Malam sebelum masuk hari pertama gue berpikir, "Gue harus kenalan dengan banyak orang. Gue nggak mau kayak SD lagi."

Ya, di SD gue cenderung pendiam. Diam banget. Masa tiga tahun kedepan gue mau diem-dieman aja?

Tapi usaha gue nggak berlangsung mulus. Keburu minder duluan. Bahkan, ngomong sama cewek aja gue gak berani. Pernah suatu saat sedang ujian dan gua gak bawa penghapus. Gue kesekolah cuma bawa pulpen dan pensil. Posisi gue duduk di depan dekat pintu. Di belakang gue dua orang cewek yang terdengar berulang kali meniup kertasnya yang ada bekas penghapusnya setelah menghapus. Gue belum kenalan tapi udah tau namanya siapa. Suatu saat setelah itu, gue salah menjawab. Untungnya pakai pensil tapi gue nggak bawa penghapus. Lantas apa yang gue lakukan?

Gue diem beberapa menit. Sangat sulit untuk membuka percakapan dengan orang yang belum gue kenal waktu itu. Gue inget nama cewek yang duduk dibelakang gue namanya Tyas. Tapi apa daya, gue nggak bisa ngomong apa-apa dan akhirnya gue biarin jawaban gue yang salah itu tetap salah.

Huft.

Namun gue sadar. Gue selalu berpikir berlebihan akan hal ini. Gue dulu berpikir dengan gue ajak ngobrol orang baru, orang tersebut akan berpikir, "Apaan banget sih ini orang,". I used to worry about it very much. 

2. Berbicara di depan sekumpulan orang

Masalah ini merupakan masalah yang amat sangat serius buat gue. Bahkan sekarang, kadang hal itu masih terjadi.

Penyebabnya sama, gue over-thinking tentang apa yang orang lain pikir ketika gue berbicara. Padahal, kalo misalnya posisi orang yang melihat gue dan gue dituker tempatnya, gue nggak akan berpikir seperti itu. Pemikiran yang salah ini tertanam di kepala gue selama bertahun-tahun.

Contohnya, ketika gue SMP banyak banget tugas yang harus disampaikan melalui presentasi dengan proyektor LCD. Presentasi kelompok gue sudah siap, tapi gue sendiri belom siap. Karena gue nggak siap, nggak tau kenapa temen-temen gue yang solidaritasnya tinggi jadi pada nggak siap. Akhirnya hari itu, hingga pelajaran berakhir kelompok gue nggak jadi presentasi. Senangnya.

Awalnya gue nggak terlalu mempermasalahkan hal kayak ginian... sampai gue SMA. Ketika gue SMA yang notabenenya menggunakan kurikulum 2013, semua tugas yang diberikan kepada siswa banyak banget yang harus dipresentasikan melalui proyektor LCD. Sikap 'cupu' gue keluar lagi tuh. Ketika kelompok gue yang urutan kesekian dipanggil, masing-masing anggota kelompok nengok ke anggota lain. Gue pun bilang ke salah satu anggota-kelompok kelompok lain yang maju setelah gue, Astri,

"Lu aja deh yang maju duluan. Belom siap."
"Tapi presentasinya udah jadi?"
"Udah."
"Maju lah. Jangan kayak bocah SMP deh ini udah SMA. Ayo."

Dan sejak saat itulah rasa percaya diri gue bangkit dan gue nggak malu lagi untuk presentasi di depan kelas atau berdiskusi dengan teman-teman. Astri kalo lu baca ini, tengs ya.

3. Adaptasi

Adaptasi adalah hal yang paling sulit gue lakukan sampai sekarang.

Ciri makhluk hidup salah satunya adalah mampu beradaptasi. Gue mudah beradaptasi dalam sebagian hal, yaitu adaptasi diri gue terhadap diri gue sendiri di suatu tempat dan suasana yang baru. Tapi, gue sangatlah payah dalam beradaptasi terhadap orang-orang baru di sekitar gue.

Ambil contoh, kelas 12 SMA gue bimbel di salah satu bimbingan belajar di daerah Supomo. Setiap gue bimbel, sepanjang hari gue hanya berbicara dengan diri gue sendiri & asik sendiri. Gue bisa beadaptasi terhadap diri gue sendiri tapi nggak bisa bersosialisasi dengan orang-orang baru di lingkungan tersebut.

Hal ini sangat menyiksa gue. Testimoni teman-teman gue bilang kalo pertama kali mereka melihat gue, first impression mereka ke gue rata-rata adalah temperamental, senggol bacok, gabisa diajak bercanda. Padahal kalo nggak judging a book by its cover, bisa jadi gue nggak seperti itu. Gue merasa tersiksa ketika nggak bisa ngajak ngobrol siapa-siapa, mau kenalan juga takut dibilang aneh, mau ikut acara-acara mereka juga takut dibilang, "Lah elu siapa ya? kayak baru pernah liat."

Hehe. Liat sendiri kan pikiran gue udah buruk-buruk aja.

Benang merah dari post-an gue ini adalah, gue adalah orang yang takut melakukan suatu hal yang salah didepan orang, tetapi dengan gue melakukan itu gue sudah melakukan kesalahan. Tapi, kalo misalnya berusaha melakukan hal melawan ketakutan gue, bisa jadi gue bertingkah konyol. Loop yang nggak akan selesai.

Itulah kecemasan gue nomor 4.

Hm. I need help.


Monday, January 16, 2017

Solusi anak muda nabung di BCA : Tahapan Xpresi

Jadi, sebenernya gue udah lama ngincer rekening bank yang cocok buat gue yang masih 17 tahun ini. Gue adalah anak SMA yang nabung yang memiliki keinginan mempunyai tabungan yang mudah diakses dimana-mana, dan potongan administrasinya kecil. Ya, nggak mau rugi.

Ngeliat-liat di website beberapa bank besar di Indonesia, dan ternyata rata-rata biaya administrasinya besar. Sampai suatu saat gue nemu salah satu produk tahapan yang dikeluarin BCA, namanya Tahapan Xpresi.

Setelah gue telaah dan baca-baca dari websitenya, ternyata Tahapan Xpresi ini cukup menguntungkan. Dengan minimal setoran 50 ribu dan biaya kartu 25 ribu, lo udah bisa dapet rekening yang memiliki fasilitas sama dengan paspor BCA silver. Debit BCA, Tunai BCA, bahkan klikBCA dan BCAmobile sudah menjadi fasilitas rekening ini. Oiya, saldo yang ditahan sebesar 10 ribu.

Perbedaan yang menarik dari Tahapan Xpresi ini dengan paspor BCA biasa adalah, tidak adanya penggunaan buku tabungan. Pengecekan mutasi semua bisa di cek secara online menggunakan klikBCA ataupun BCAmobile. Menurut gue ini adalah hal yang sangat gue butuhkan, dikarenakan pada rekening sebelumnya yang gue punya, yang menggunakan buku tabungan, kadang gue suka lupa taro dimana, sedangkan setor tunai di teller harus menggunakan buku tabungan tersebut.

Syarat untuk membukanya pun cukup mudah. Sebelumnya, terdapat batas umur 25 tahun bagi yang ingin membuka rekening ini. Namun akhirnya, BCA menghapus batas umur tersebut. Bagi seseorang yang belum memiliki KTP, dapat menggunakan kartu pelajar namun syaratnya harus lebih rumit lagi, karena harus menggunakan KTP orang tua. Mungkin akan menggunakan sistem QQ. Karena gue udah punya KTP, ya langsung gas aja lah. Terlebih, karena gue belum memiliki NPWP dan diijinkan bagi yang belum mempunyai NPWP untuk membuka rekening. Ntap.

Dituliskan juga sebenarnya, ada berbagai macam desain yang bisa dipilih, daaan gue sudah menentukan desain yang gue inginkan. Dituliskan pula gue bisa memilih desain di cabang BCA atau di myBCA.

Untuk lebih lengkapnya, baca di website BCA disini.

Akhirnya gue pun membuat rekening Tahapan Xpresi pada suatu hari di bulan Desember 2016. Gue mendatangi kantor cabang BCA di dekat rumah gue di daerah Pasar Minggu. Setelah gue sampai disana, gue ditanya satpam;

"Selamat pagi, mas. Ada apa?"
"Saya mau membuka rekening." bales gue.
"Ada NPWP?"
"Saya mau membuka Xpresi mas, bukannya boleh nggak pake NPWP?"
"Maaf mas, karena yang melayani hari ini hanya satu orang, nggak bisa kalo nggak pakai NPWP,"

Gue kecewa.

"Terus? Dimana saya bisa buat kalo gitu?"
"Mas bisa coba ke daerah Pomad, Kalibata. Tepat di samping Holland Bakery."

Yak, gue dioper ke sana. But okelah.

Setelah sampai disana, gue ditanya kembali. Namun gue direspon dengan,
"Oh mau buka? Bisa saya liat ktpnya?"
"Biayanya 500ribu ya mas".

Lalu gue jawab bahwa gue ingin membuat rekening Xpresi. Wajahnya sedikit kecewa. Tapi akhirnya gue dapet nomor antrian!

Setelah nomor gue dipanggil, akhirnya gue dilayani untuk proses pembuatan kartu Xpresi. Pelayanannya ramah. Setelah tanda tangan yang banyaaak dan harus disesuaikan dengan KTP gue, akhirnya gue mendapatkan kartu gue!

Namun sayang seribu sayang, desain kartu yang gue inginkan nggak ada. Dan, cuma ada desain ini dan sisa desainnya lebih cocok untuk perempuan:

It's good tho

Dannn gue juga baru dapet akses BCAmobile, yang sebenernya udah enak banget. Cuman yaah, biar bisa menikmati akses klikBCA, gue harus mendatangi kantor cabang manapun dengan menunjukkan kartu ATM dan KTP gue aja, dan dikenakan biaya reset keyBCA sebesar 10 ribu. Selanjutnya mah, siap.



Ngomong-ngomong soal nomor rekeningnya, tenang. Tetep ada kok pasti, ditulis di belakang kartunya dan bisa dilihat di BCAmobile.

Segitu dulu guys pengalaman gue, kali aja setelah baca ini mau ikut-ikutan buka Tahapan Xpresi. Hehe.

Oiya, informasi yang gue dapet, kalo misalnya mau pake foto di kartu Xpresi lo atau mau dapet desain yang lo mau, lo bisa dateng ke myBCA guys.

Alamatnya... bisa dicari di google.

Sekian, thanks!

Cya.


Sunday, September 04, 2016

Kelas 3 : Awal dari sebuah langkah besar yang cukup... menye(ramkan)nangkan kok.

Gue duduk disini, menikmati hujan dan menikmati diri gue yang hanya bebas beberapa jam. Daripada gabut, ngescroll instagram, nggak ada yang ngechat, dan melakukan sesuatu yang benar-benar tidak berguna, apa salahnya untuk mulai kembali menorehkan celotehan di dunia yang 'bebas' ini.

Internet.

Gue sadar akan tanggung jawab gue untuk mengurusi 'anak' yang udah gue buat sejak 2014an, yang memutuskan untuk kembali meneruskan untuk menulis semenjak post tidak berguna terakhir gue di post.

Gue mulai ngeblog di blog terakhir ini kira-kira pas kelas 3 SMP. Dimana masih culun, masih suka untuk memilih tidak mendengarkan guru dan menggambar di halaman belakang buku tulis, masih lebih tertarik dengan dunia maya dibandingkan dengan dunia nyata, dan rapuh. Duh, lemah. Sekarang? Gue udah kelas 3 SMA, dimana kelas baru dimulai pada akhir bulan Juli 2016. Gue udah belajar bertahan hidup, berkembang, mencoba menjadi pribadi yang lebih baik, jatuh bangun naik turun dipipisin semua udah gue hadepin. Giliran udah di kelas 3, ya.. nggak banyak yang bisa di ceritain lagi.

Dititik ini gue mulai menyadari betul apa penyebab gue tidak sekonstan mengepost hal-hal seperti dulu. Dari kelas 3 SMP dan kelas 3 SMA, hanya terpaut 3 tahun. Tapi, perubahan drastis terjadi dengan anak yang tidurnya masih ditemenin mama atau masih ngompol, menjadi anak yang lebih dewasa dan tidurnya udah pipis dulu. Ada gitu, proses yang bakal dilalui semua orang. Katanya sih namanya proses menjadi dewasa.

Cih.

Semua hal-hal yang menurut gue konyol di SMP, ketika gue telaah kembali gue mikir, "Sebegitu bodohnya kah gue..." "Retard level gue kira-kira udah sampe dirate 3.14/5 sama IGN"

Cringy, gitu lho?!?! Karena konten yang dibuat pada masa pembodohan itu, ketika kita review lagi, terlihat sangat bodoh. Dan hal yang sangat bodoh itulah yang membangun kita.

"Tapi Di, gue gak perduli tentang apa yang lo omongin tuh?"

Ok.

Gue udah kelas 3, gue duduk di bangku sekolah menengah atas di Jakarta. Namanya SMAN ** Jakarta. Tempat dimana kekompetitifan itu benar-benar di uji. Ya, kek main hunger games tapi versi anak SMA lah. Mencoba bertahan hidup diantara nilai-nilai, materi, guru killer, dan kehidupan personal.

Mumpung kelas 3, muncul tuh pikiran-pikiran dari kepala gue buat ngecilin celana, ngecilin baju bagian  perut, ngecilin kaos kaki, dan lain-lain. Alasan utama dari semua hal yang pengen gue kecilin adalah..

Lingkar kaki celana udah kayak celana cutbray. Gue sebenernya tidak terlalu mempermasalahkan celana yang dibeli nyokap gue, meski ukuran yang pas dengan gue itu ukuran 29. Tapi, masalahnya badan gue kurus. Benar-benar kurus karena gue ternyata mengidap penyakit yang bikin kurus (bakal ada postnya). Kan bisa dibayangkan gitu, anak yang kurus pake celana cutbray.

Cewek yang mau diajak kenalan aja mungkin ragu untuk menjawab sapaan gue.

Tapi terserah lah, niat-niat yang sebelumnya gue udah rencanakan akhirnya tidak berjalan dan gue tetap menggunakan celana cutbray tersebut. Lagian juga, lega cuy. Ada rongganya, biar udara bisa masuk. Terus juga kalo lo berdiri diam dan mengerakkan badan ke arah kiri dan kanan dengan kaki yang diam, lo bisa melihat celana lo berayun melawan arah. Isn't that cool????

Hm, mungkin definisi keren buat gue dan lo itu berbeda, atau diantara kita cukup bodoh.

Kelas 3 mulai dijejelin materi yang harus selesai dalam 1 semester. Dijejelin ampe kadang kita udah bisa memprediksi kapan ulangan. Kayak misal pelajaran Biologi hari Jum'at lalu di kelas gue. Setelah guru gue selesai mempresentasikan tentang metabolisme dan katabolisme, gue bilang pelan-pelan secara bercanda sampe didenger Dita, temen sebangku gue.

"Minggu depan ulangan ya nak" kata gue, sambil memprediksikan kata-kata yang akan guru ucapkan.
"Anjir jangan lah" jawab dia.
"Gadeng yakali."

SEPULUH MENIT KEMUDIAN, guru gue langsung bilang, "Hmm presentasi sudah selesai, (lalu volume suara naik) minggu depan ulangan ya, nak."

Teman-teman gue yang awalnya tertidur lalu bangun karena pelajaran biologi ada di pelajaran terakhir hari jum'at, yang lagi ngerjain soal tryout dari bimbelnya, yang lagi main telegram, semua bilang. "YAAAAAAAAH BU KOK ULANGAN?"

Kecuali gue, gue kicep. Kok gue merasa berdosa ya...

Dan ternyata diundur karena belum praktek percobaan sachs dan ingenhousz.

Hal lain yang gue rasakan ketika gue sudah menjadi 'agit' (bahasa keren, dibalik jadi tiga. Artinya kelas tiga), dalam ruang lingkup yang lebih besar yaitu kelas gue, kelas gue selalu menjadi bahan percobaan dalam ulangan. Ngerti?

Misal gue kelas A, jadwal ulangan hari Senin. Lalu kelas B C D, ulangan hari selasa atau hari rabu atau selanjutnya. Kan otomatis jadinya kelas B C D bakalan nanya soal ke kelas gue, bentuknya gimana dan sebagainya. Gue sih nggak terlalu keberatan, tapi agak gimana gitu ya. Kita udah belajar tapi kita kasih tau soalnya otomatis kelas lain akan mendapat nilai lebih tinggi.

Jadi menurut gue akan lebih fair kalo bahan materinya sama, tetapi soal yang diberikan berbeda. Jika semakin jauh hari kelas tersebut ulangan, makan soal semakin sulit. Dengan catatan kelas A diperkenankan untuk menshare soal. Hal tersebut mungkin akan menguntungkan untuk kelas A, karena kelas B C D kemungkinan besar akan belajar dari kelas A yang pure dapet soal A. Kenapa menguntungkan? Karena kelas A tidak akan merasa dirugikan untuk memberikan soal ke kelas lain karena soal A merupakan soal di hari H, sedangkan B C D mungkin akan mendapatkan soal yang kesulitannya disimbolkan oleh (1+α), dengan α (alfa) adalah tingkat kesulitan yang terus naik di H+1, H+2, dan seterusnya. Contoh, dengan α=0,1: jika kelas A dengan soal A ulangan di hari senin atau H dengan tingkat kesulitan 1, maka kelas B ulangan dengan soal B di hari selasa (H+1) dengan kesulitan 1,1. Dan seterusnya. Akan tidak menguntungkan bagi kelas terakhir ulangan, tapi mereka memiliki kesempatan untuk menanyakan soal.

Parah sih. Haha. Biar gak parah, ya... α nya kagak usah gede-gede, kan bisa 10^-33.

TAPI KATA-KATA GUA KEBUANG PERCUMA HAHAHA.

Namun, sebenernya dari hati gue terdalam (jadi yang diatas itu boongan suwer. bercanda woi.) mendingan tiap kelas tipe soalnya beda-beda deh, dari materi yang sama. Tapi diliat dari mata pelajarannya juga sih. Kalo kayak sejarah, matematika, matematika peminatan, mungkin bisa dibuat soal yang mencukup untuk setiap kelas. Tapi untuk soal Fisika ataupun yang lain, sulit untuk menemukan soal dengan kesulitan yang sama jika harus dibuat soal-soal yang memiliki kesamaan, kecuali kalo angka-angkanya beda.

Pendapat aja sih. Pala gue puyeng. Tapi pasti setiap guru punya solusinya masing-masing. Jadi, percayalah dengan guru tersebut, percayalah dia akan membantu kita dan membuat kita tidak remedial ulangan.

:"))

Aspek lain yang gue dapatkan dari belajar di kelas 3 di awal-awal semester ini, penumpukan tugas. Ya, gue, Muhammad Hadi, orang yang termasuk tidak disiplin namun pulang sekolah selalu tepat waktu menyatakan kalau ini mungkin normal. MUNGKIN. Semakin tinggi kelas semakin tinggi kewajiban yang harus dilakukan. Kalo niat ngerjain mah, santai pasti bisa. Kalo ga niat ngerjain mah, biasanya ngeliat temen. Kalo ga niat sekolah sih, gabut. Kayak 'dunia lo dunia gue beda' deh!

Mau gak peduli sama tugas, tapi tugas itu kan akan selalu menghampiri tugas. Tugas itu tanggung jawab kita, meski kita ogah-ogahan. Suka gak suka, abis minggu tetep senin jadi ya tugasnya harus dikumpulin.

Hal terakhir di post ini yang ingin gue bicarakan, adalah 'rolling guru'. Mutasi para guru.

Katanya, rolling guru dari sekolah A yang lebih banyak diminati dengan guru dari sekolah B yang ada di bawah sekolah A, akan membuat sekolah B tersebut diharapakan dapat menjadi banyak diminati. Kurang lebih infonya, silahkan dicari di google dengan keyword 'mutasi guru'.

KURANG EFEKTIF. YA.

Kenyamanan itu dibutuhkan dengan cara mengajar guru yang berpengalaman di sekolah tersebut, tetuah dari kakak kelas yang pernah diajar, reputasi guru di sekolah tersebut, dan pengalaman sendiri. Masalahnya adalah, guru yang dimutasi adalah guru yang sudah senior, sudah lama mengabdi disekolah lamanya. Sudah menjadi bagian yang menyatu dari sekolah lamanya. Namun tiba-tiba hal tidak efektif seperti ini terjadi.

Kenapa? Kenapa tidak menunggu guru tersebut menyelesaikan tahun ajarannya terlebih dahulu? Kenapa? Kalian berpikir adaptasi guru baru dengan siswa akan semudah yang dibayangkan?
Kenapa? Belum tentu lho guru yang mengajar matapelajaran A akan mengajar matapelajaran A juga di sekolah baru.

Hal ini menjadi sangat menyedihkan menurut gue. Sampe ada yang buat change.org nya lho. Baca berita tentang mutasi guru ini di internet. Karena hal ini terjadi disekolah gue. Titik.

Berita : http://www.republika.co.id/indeks/hot_topic/mutasi_guru
Petisi : https://www.change.org/p/dinas-pendidikan-dki-jakarta-penolakan-mutasi-guru

Ngebuat seseorang nyaman itu butuh pendekatan, dan orangnya juga setuju untuk dibuat nyaman.

DAH.

Gue sedang kembali menulis nih! Semangat menulis gue sudah mulai kembali dan siap untuk menceritakan hal yang tidak intelektual. Setelah sekian lama gue down........ karena sesuatu yang akan gue jadiin post disini, gue bangkit.

Lagi nulis di word juga lho. Doa'in sebelum semester 1 jadi. Aamiin

c u later.

-udin

Sunday, July 10, 2016

"Emosi" - Mood, mood, mood, keadaan.

Emosi.


Kadang manusia terbutakan oleh emosi.

Emosi membutakan manusia, sehingga manusia terbutakan oleh hal yang tidak dapat dikendalikan manusia itu sendiri.

Yang membuat suasana girang menjadi tegang,
Yang membuat perasaan senang menjadi berang, dan
Yang membuat gue membuat post ini spesial untuk orang yang emosian.

Kali ini gue pengen ngomongin soal emosi. Ngomongin soal emosi nggak ada habisnya. Selalu aja emosi manusia yang mengontrol manusia dan kadang sering mengalahkan akal sehat.

Menurut abang KBBI sendiri, Emosi emosi/emo·si/ /émosi/ (n) 1. luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat; 2. keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan); keberanian yang bersifat subjektif); 3. (bentuk kata percakapan tidak baku) marah;

"Luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat"

Oke, emosi manusia ada banyak. Malu, bahagia, marah, sedih, dan takut. Tetapi post ini hanya mengkhususkan 'emosi' ke dalam satu buah emosi; seperti yang bisa dilihat gue akan membahas tentang MARAH.

Kadang gue bingung, kenapa kita marah? Kenapa kita bisa melakukan dan mengucapkan sesuatu yang nggak kita inginkan? Kenapa kita merasakan luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat itu?

Gue pernah marah, menurut gue itu hal yang manusiawi. Gue marah melihat sesuatu yang sangat jelas terlihat tapi orang tidak perduli dan tidak memperhatikan. Gue marah karena tidak suka akan sesuatu yang tidak suka gue lihat. Gue pun juga marah ketika gue marah akan orang lain, lalu sedih akan diri gue sendiri. Marah adalah hal yang manusiawi, tapi kadang gue berpikir. Perlukah ada emosi bernama 'marah' itu untuk ada?

Pernah nonton film animasi Disney "Inside Out"? Menceritakan tentang anak bernama Riley, dan di sepanjang film kita difokuskan dengan 5 emosi utama yang mengontrol 'Mood' Riley. Joy, Sadness, Fear, Anger dan Disgust adalah 5 emosi yang gue sebut-sebut diatas. Suatu ketika Joy dan Sadness dengan tidak sengaja 'berpindah tempat' sehingga mereka tidak berada di tempat mereka seharusnya berada, sedangkan yang berada di kepala Riley untuk mengontrol emosinya hanya tersisa Fear, Anger, dan Disgust. Joy dan Sadness mencoba mencari jalan kembali ke ruangan kontrol agar emosi Riley kembali stabil. Bisa terpikirkar apa yang terjadi jika Fear, Anger, dan Disgust yang mengontrol emosi seorang anak gadis? Di dalam film, emosi yang paling mendominasi untuk mengontrol Riley adalah Anger, yang membuat anak gadis ini hampir pergi dari rumahnya dan kembali ke dimana dia berasal. Spoiler alert. Tapi yekali belom nonton.

Film Inside Out tiba-tiba muncul di pikiran gue ketika gue menulis dan memikirkan hal yang sedang gue tulis. Jelas bahwa di film tersebut, tanpa adanya kebahagiaan dan kesedihan yang ada di dalam diri seseorang, atau kebahagiaan dan kesedihan seseorang telah sirna dari dirinya udah nggak ada, marah akan mendominasi.

Gue sendiri sadar akan hal itu. Gue adalah orang yang bisa dibilang memiliki emosi yang stabil. Manusia jaman sekarang harus tahan goncangan yang akan dihadapin ke diri kita. Tapi gue sendiri pernah ngerasain namanya takut akan sebuah kemarahan seseorang. Takut ketika guru killer masuk ke dalam kelas dan suka banget memperhatikan detil-detil ruangan kelas dan penghuni kelas, dan kita takut kalau kita menjadi salah satu korban. Apalagi kalau jadi korban. Takut ketika orang tua memarahi karena nilai ulangan yang jelek. Takut ketika teman akan memutuskan persahabatan ketika kita nggak solid, dan kalo gak solid kita di marahin dan nggak di anggap solid, terus dipukulin. Rame-rame. Wah solidaritas apaan nih.

Ketika orang marah pasti disebabkan oleh suatu hal. Tidak puas, tidak terima, tidak ingin disalahkan/menganggap dirinya selalu benar, argumennya tidak diterima dengan baik, lalu sedang menstruasi jadi agak sensitif dan/atau orangnya emang sensitif. Pasti memiliki banyak sebab. Tetapi sayangnya, sayangnya sekali lagi, korban-korban dari seseorang yang marah itu kadang merupakan korban yang sebenarnya innocent, nggak salah apa-apa. Contohnya, ketika ada temen lo lagi marah. Lalu lo tanya, "Woi, lo kenapa? Keliatannya lagi nggak mood."

"Apaansih? Sok penasaran banget. Emang lo ngga liat apa muka gue lagi begini?" Muka marahnya sama muka senengnya nggak ada bedanya.

Yah, kita nggak salah dong. Kita bertanya karena kita perduli. Tadinya ramai tiba-tiba menjadi diam. Tadinya lagi asik-asik aja beberapa saat kemudian lalu diam. Kayak lagi nahan boker.

#kejadiannyata #benarbenarterjadi #pengalamansendiri #ternyataemangboker

Di kesempatan yang lain, orang lain memanfaatkan tampangnya yang perkasa, kemampuan memarahi dan kekuatan untuk menunjukkan kekuasaan, pangkat, harkat, martabat, hidayah yang dia punya dan dapatkan. Sehingga orang bisa respect ke dia. Bro, ayolah. Respect nggak didapat dengan cara yang lo lakuin di atas. Dengan cara lo memperlakukan kita dengan baik, beralasan jelas, saling respect, di depan memberi contoh, di tengah memberikan semangat, dan dibelakang memberikan dorongan patut lah kita respect karena punya nilai lebih di mata orang lain. Tapi kita jangan tolol dan lembek juga kayak bubur, apalagi ikut akademi-akademi-an.

Sedikit out of topic tapi biarlah. Lo harusnya paham maksud gue diatas.

Kembali ketempat yang seharusnya gue berada, gue ingin bilang. Marah itu nggak enak. Apalagi kalo menghasilkan korban akan amarah. Kadang orang gengsi untuk mengakui kesalahan diri sendiri dan juga malu untuk meminta maaf. Sadar diri lah. Lalu, dimarahi lebih nggak enak lagi. Rasanya apa yang sudah kita lakukan belom cukup juga untuk si pelaku amarah ini. Kita udah mencoba sebisa kita, tapi usaha kita gak cukup memuskan.

Tapi tenang guys, disini gue sebagai orang yang pernah marah dan dimarahi ingin memberikan tips gue ketika gue marah dan dimarahi.

Ketika kita di posisi yang marah :

1. Mencoba untuk nggak marah lagi. Yap, serang gue. Kenapa gue bilang serang? Mencoba nggak marah adalah ide tertolol ketika orang marah baca tulisan gue. Tapi seriusan, mencoba nggak marah itu adalah hal pertama yang harus lo coba. Please.

2. Tarik nafas ketika pengen marah. Cara ini terbukti efektif untuk beberapa orang yang marah, tapi di suruh sabar dan tarik nafas. Usahain, jangan manja. Buat diri sendiri dan orang lain, lo akan jadi orang yang baik dan akan menyelamatkan banyak orang dari apa yang akan terjadi. Oke?

3. Cobalah untuk meremas/melipat/mengenggam sesuatu (bukan ngebuat sesuatu yang berbau origami). Maksud gue, kalo lo sedang ingin marah atau gimana pun, meremas tangan mungkin adalah salah satu jalan yang efektif untuk meredam amarah. Kalo gue, kadang suka melipat jempol kaki gue dengan telunjuk gue lalu ditahan, dan cara itu lumayan efektif buat gue bisa menahan apa yang bakal keluar dari mulut gue. Apapun itu. Termasuk iler.

4. Pikir kebaikan orang itu. Coba pikirin dengan cepat apa kebaikan orang yang ngebuat lo marah ke lo. Kalo gapernah dia berbuat baik sama lo, pikirin apa perbuatan baik yang pernah dia lakuin ke orang lain. Kalo nggak pernah liat dia berbuat baik sama orang lain, pikirin pemandangan yang indah, pemandangan sejuk, pemandangan yang bisa membuat hati lo tenang. Ya. Gunung, sawah, dan lautan simpanan kekayaan. Tapi jangan sampe ada si kambing yang ngebuat lo emosi itu.

5. Sabar. Kalo lo marah akan perbuatan seseorang yang tidak sesuai dengan apa yang lo minta, pikirkan usaha yang udah dia lakukan untuk memenuhi permintaan lo. Gaada orang yang sempurna. Yang ada hanya orang yang ingin kesempurnaan dan ingin semua sempurna di mata dia. Ya, orang yang pemarah ini contohnya. Pikirin lagi. Kalo lo ada di posisi dia, apa lo sanggup membuat sesuatu yang sempurna bagi orang yang lo habiskan usahanya untuk? Nggak. Manusia nggak pernah puas. Berhenti komplain, dan terima kenyataan. Gaada kesempurnaan buat kita, kecuali kalo kita merasa cukup dan merasa kecukupan itu adalah sebuah kesempurnaan.

6. Minta maaf. Ayolah... jangan takut. Jangan ngebuat sebuah 'minta maaf' menjadi sesuatu sulit diucapkan. Tapi benar-benar di ambil dan dijaga arti sebuah minta maaf tersebut. Ntar keseringan begitu, minta maaf mulu lagi. Support satu sama lain, dan jaga perasaan satu sama lain.

Hm..

Kalo kita yang dimarahin :

1. Jangan merasa ngedown. Mungkin boleh, ya dikit aja lah jangan banyak-banyak dan lama-lama. Maksud gue ya ayolah. Masalah belom tentu bertambah baik dengan bersedih hati. Lihat kembali diri kita, jadiin ini batu loncatan untuk mencapai sesuatu yang lebih tinggi lagi, okay?

2. Berusaha untuk sabar. Ini adalah hal yang penting untuk tidak membuat keributan yang lebih besar lagi. Bersikaplah lebih dewasa dibanding yang memarahi. Lakukanlah tingkah yang nggak membuat kemarahan orang itu makin besar dan cepat selesai. Jangan buang waktu, nak. Waktu adalah uang.

Sok suci banget gua. Kampret.

3. Jika ditanya, berilah alasan yang logis. Kenapa? Orang marah itu perlu penjelasan, kenapa sesuatu yang mereka inginkan tidak terlaksana, tidak tercapai, tidak kesampean atau apalah. Berilah alasan yang jelas, dengan awalan membuat orang tersebut cukup tenang untuk menerima masukan. Yekali, orang yang masih ngamuk kayak beruang grizzly nyari mangsa masih mau diajak ngomong.

4. Terima kesalahan dan kenyataan, lalu menatap kedepan. Kalo emang kita salah, kita akui kesalahan. Kalo nggak salah, yang marah lah yang salah tapi terima kenyataan kalo kita yang dimarahin. Terima kenyataan, anggap hal ginian tuh yang ngebuat kita bangun dan jadi pribadi yang lebih kuat di masa depan. Kayak bang Arnold Schwarzenegger waktu di jaman keemasaannya main pelem. Ah.. those days....

5. Mau terima minta maaf. Ayolah... terima. Minta maaf itu nggak gampang lho. Jangan jual mahal, tapi nanti jangan ngebuat sebuah permintaan maaf yang awalnya sulit dikeluarkan itu menjadi sangat mudah dikeluarkan juga. Support satu sama lain itu penting dalam menjaga hal beginian.

Yah segitu aja dulu post gue.

Setelah gue ngepost ini, gue pun hanya bisa berfikir "Apa yang barusan gue tulis.... oh tidak. Udah terlanjut di tulis." dan setelah pengen ngereview malu sendiri dan hampir mual. Rasanya post ini terlalu motivational...

Gue butuh promag. Emang gue apaan? Hadi Teguh Platinum Ways? Atau Dokter Hayke yang ngebahas masalah-masalah kemanusiaan yang sampai sekarang kurang laku? Apalah gue ini, cuma sebuah pelajar bodoh yang mencoba menulis sesuatu yang keluar dari kepalanya sendiri pas lagi ngupil.

This post is for you, ny. I really mean it.

Dan, gue udah terlalu banyak membuat perilaku konyol kepada orang-orang disekitar gue. Emosi-emosi gue yang mengarah negatif mungkin telah membuat orang disekitar gue merasa sebal akan hadirnya gue di kehidupan mereka. Tapi comeon... gue mencoba menjadi Hadi terbaik yang mungkin akan kalian kenal seumur hidup kok.... Maafkan gue ya kalo banyak salah. Banyak sih....

Well sebelumnya gue bilang gue mencoba menjadi Hadi terbaik yang mungkin akan kalian kenal seumur hidup kalian, tapi sayangnya....


Well yeah. Nama gue termasuk nama terpopuler di Indonesia. Good luck, me. Masih panjang jalan gue menjadi Hadi yang terbaik buat orang-orang yang gue kenal dan kenal dengan gue.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
INI POST SERIUS BANGET KAMBING. AH IM DONE.

Btw this is the end of the post,

After all, this post is just one of my random thoughts.

Xixixixi.

See ya later.



Saturday, June 11, 2016

"Gak temen" - Solidaritas?

Hari ini adalah tanggal 11 Juni. Hari ke 6 sejak 6 Juni ditetapkan sebagai hari pertama bulan Ramadhan. Berhubung gue seorang Muslim, gue puasa. Berhubung puasa, sekolah gue banyak liburnya. Gue merasa kalo di liburan gue kali ini, gue nggak melakukan sesuatu yang berguna. Pagi sahur, buka hp sebentar, setelah sahur masih bangun, menghabiskan diri di kamar, nggak ngapa-ngapain. Jauh dari handphone, tetapi kadang laptop masih gue nyalakan untuk sekali-kali main game.

Nggak tau. Rasanya gue nggak mau ngobrol dengan siapa-siapa. Gue tau ini salah, tapi ada saatnya dimana gue butuh waktu gue. Gue mau punya quality time sendiri.

Sendirian ngebuat gue berpikir untuk melakukan dan tidak melakukan hal yang ingin dan tidak gue inginkan. Bimbang di antara kegiatan positif dan negatif, gue sadar kalo gue belom ngepost di blog. Dan gue merasa hina.

Okeh. Cukup dengan hidup gue yang mulai runtuh, let's move on.

Jadi guys, kali ini gue mau ngomongin sesuatu yang bener-bener mengganggu gue banget.

Sesuai judul, lo bisa tau kalo yang mau gue omongin adalah "Gak temen". Tau kan? Kalo misalnya lagi jalan, terus lo udah di telponin Mama lo untuk pulang, tapi temen lo kayak, "Dih, lo pulang? Gak CS dah lo," atau "Ah udah dah, gausah temenin dah."

Akhirnya lo ikut temen lo demi persahabatan.

Hal ini sangat mengganggu gue, kayak kenapa kalo kita emang udah diberi batas kenapa kita harus selalu ngelanggar dan mengikuti hal yang temen-temen lo juga pilih.

Sekarang gue SMA, dan selama gue di SMA belum pernah gue ngerasain hal kayak gitu. Tapi jujur, di SD dan SMP yang dalam catatan merupakan masih bisa dibilang bagian dari pendidikan dasar dimana anaknya masih pada labil karena banyak yang baru akil balik, terjadi lah hal yang kayak gitu.

Sewaktu gue SD, jujur gue pernah di ajak untuk merokok. Di kepala gue yang waktu itu belom sepenuhnya berevolusi, yang masih mikir kalo pipis di pinggir jalan lagi tren tapi gak pernah dilakuin, mulai mengeluarkan banyak pemikiran yang harus dikeluarkan.

Disini bukan berarti gue mau menjudge perokok kalo mereka nggak boleh ngerokok. It's fine. Mereka punya pemikiran sendiri kenapa mereka ngelakuin. Waktu gue kecil, yang gue pikirkan ketika gue diajakin adalah;

1. Takut ketauan. Gue waktu kecil kadang nggak bisa ngelakuin sesuatu yang salah, atau menyeleweng. In this case, menyeleweng yang gue maksud adalah hal yang nggak sepatutnya dilakukan karena gue diberitahu untuk nggak melakukan. Ditambah, waktu itu diajak nya di dekat daerah sekolah. Kemungkinan besar akan ketauan. Kebayang kalo ketauan malunya kayak apa...

Kalo jauh bukan berarti gue mau, ya.

2. Gua gak terlalu bodoh. Gue suka baca buku kesehatan, dampaknya nggak bagus buat gue. Gue juga bisa berpikir kalo sekali diajak untuk sesuatu bersama, apalagi iseng-iseng dan diajak secara berkelompok, akan menyebabkan gue akan terus mencoba. Lama kelamaan, gue bakal bisa beli/ngelakuin sendiri di rumah, tanpa sepengetahuan orang tua. Dalam artian, gue bisa ngerokok dirumah.

3. Bagaimana gue bisa melawan taktik "Ah nggak solid lu, Di." dari teman-teman? Pikiran gue udah sampe situ, guys. Gue sering dipesanin sama orang tua gue, cari alasan yang masuk akal kalo teman-teman gue ngajakin untuk melakukan sesuatu yang nggak baik. Buat mereka percaya. Gak apa bohong asal beralasan baik. Oke. Alasan yang gue pakai nanti sudah terpikirkan.

4. Gue nggak tahan asap. Plis, kena asap rokok sedikit gue udah batuk.

5. Untungnya buat gue apa? To be honest, waktu SD jajan gue di sekolah sedikit. Mungkin lo bertanya kenapa. Rumah gue dekat, kira-kira cuma 80-90 meteran dari rumah. Kadang kalo gue mau pup, gue bilang ke guru, "Bu saya izin ke toilet" dan lewat pintu belakang lalu lari kerumah. Kamar mandi sekolah gue nggak se-PW kamar mandi rumah. Orang tua gue berfikir, ketika gue disekolah, kadang sulit untuk dipantau. Demi mencegah hal-hal yang memungkinan terjadi (such as beli rokok etc) uang jajan gue diperkecil. Tapi di rumah gue tetep jajan banyak, karena terpantau. Jadi ya gue nggak punya duit buat beli rokok, meski sebenernya bisa sih, sebatang 2 batangan.

Mungkin lo nggak percaya, tapi gue mikir beneran. Dari dulu gue selalu mikir kemungkinan yang akan terjadi, secara logika.

Oke, alasan yang gue gunakan waktu gue kecil adalah, "Maaf, tapi gue harus jaga rumah, orang tua gue pergi." Waktu SD gue adalah salah satu orang yang dipercaya, entah kenapa. Jadi gue dibiarkan lewat dan nggak kena ngerokok.

Singkat cerita, temen-temen gue pun tetap ngelanjutin niatan untuk merokok. Lagi, lagi, dan lagi. Lalu kemudian, sekitar beberapa bulan, guru menangkap basah teman-teman gue yang ngerokok. Orang tua dipanggil. Boom. Malunya...

Sebagian ada yang kapok, sebagian besar malah sampai sekarang makin kuat ngerokoknya.

Hal yang sama juga terjadi di masa gue SMP. Masa SMP adalah masa-masa yang benar-benar gue nikmatin. Gue hampir nggak pernah belajar kecuali kalo mau ada ulangan. Dikelas cuma nungguin bel pulang berbunyi. Sampe rumah gue cuma main game online.

Seiring berjalannya waktu. gue suka diajak ngumpul-ngumpul. Gue selalu menolak, karena melihat dari reputasi dan wilayah, sangat nggak pas banget buat gue. Gue udah lumayan bisa membuat benteng yang bagus, dimana gue nggak terjerumus menjadi cermin diri gue yang rusak in my opinion, dimasa depan.

Jaman makin berkembang, teknologi mulai merambah Indonesia. Anak SD kelas 3 udah mulai pacaran, anak SD udah main jegat-jegatan dan tawuran, mereka pada punya facebook dan sebagainya. Pengaruh perkembangan teknologi sangat besar imbasnya kepada anak-anak muda jaman sekarang, yang notabene masih labil dan belum mempunyai pegangan yang kuat terserang yang kayak beginian. Di samping hal diatas, solidaritas kini makin tumbuh.

Gue punya cerita. Ada anak SD sekitar kelas 4 an. Belum mempunyai pegangan kuat, masih labil, dan solidaritas dengan temannya sangat tinggi. Temannya main bola, ikut. Temennya ke sana, ikut. Temennya ke sini, ikut juga. Ia merasa kalau dengan mengikuti temannya melakukan sesuatu, maka Ia sudah merasa menyatu dengan mereka. Suatu saat, anak ini mendapat ajakan untuk merokok. Anak ini nggak tau harus ngapain. Ingin menolak, takut nggak ditemenin. Kalo diterima, nanti harus bagaimana?

"Gimana? Lo mau ikut nggak? Kalo lo bilang-bilang bu guru, kita pukulin." Akhirnya dia pun menerimanya. Belum sampai dia menghisap, guru pun datang. Anak tersebut beserta teman-temannya di tahan di ruang kepala sekolah, dan orang tua mereka dipanggil.

Dari cerita di atas, terlihat bahwa anak ini sangat nggak bisa menolak. Ia takut bahwa dirinya nggak diterima lagi. Ia takut bahwa kalo nggak ikutan nanti dia nggak punya teman disekolah. Kasus-kasus lain pun sama. Narkoba, miras, video porno, main playstation di rental sampai nggak pulang-pulang, nongkrong, tawuran dan lain-lain, kemungkinan besar terjadi karena adanya solidaritas yang menyimpang.

Solidaritas yang berarti sifat (perasaan) solider; sifat satu rasa (senasib dan sebagainya); perasaan setia kawan: (source), bisa diwujudkan dengan cara yang lain. Yang condong ke arah positif. Bukan melakukan hal yang manfaatnya cuma sesaat dan nggak menghilangkan masalah, dan cuma membuat kerusakan yang hanya tertunda sementara?

Miris.

Gue pernah jadi korban solidaritas menyimpang. Tapi gue berhasil menolak. Terus apa aja yang gue lakukan biar gue tetap bisa terhindar?

1. Gue berpikir. Dampak kepada diri gue, orang yang gue sayangi, dan orang yang nggak suka dengan gue.
2. Gue mencoba menolak secara baik-baik.
3. Gue harus punya pendirian.
4. Gue meninjau dari sisi agama dan ilmiah. Well if you're an atheist, cukup tinjau dari ilmiah. Kalian bisa berpikir.
5. Gue mencoba untuk melakukan hal yang dalam catatan lebih memiliki makna.
6. Berani untuk katakan "Tidak, terima kasih."

Coba pikirkan, renungkan, dan bayangkan. Mengapa solidaritas menyimpang masih banyak terjadi dilingkungan anak SD dan SMP. Jikalau pada zaman SMA, gue hanya bisa berdiam. Pikiran anak SMA sudah mulai dewasa. Seharusnya sudah bisa menjalani dan memilih hidup yang ingin dijalani. Nggak cuma ikut-ikutan teman, ujungnya bisa nyasar ditengah jalan, dan bisa dibayangkan kalo udah nyasar di tengah jalan.

Your life, your choice.

After all, this post is just one of my random thoughts.

Xixixixi.

See ya later.

Friday, May 06, 2016

Sunday, May 01, 2016

Manhwa Review : Noblesse

Sebelumnya, buat yang belum tau apa itu 'Manhwa', manhwa itu adalah komik buatan komikus Korea. Kita bisa bilang manga (baca : man-ga) adalah komik buatan komikus Jepang, such as One Punch Man, One Piece, Bleach, dan sebagainya. Sedangkan manhwa adalah komik buatan komikus Korea.

Gitu.

Kali ini gue mau ngereview salah satu manhwa paling tenar di dunia maya Indonesia;

Noblesse.

(img source : noblesse.wikia.com)

Genre : Shounen*, Action, Comedy, Supernatural, Mystery.

1. Plot/Sinopsis.

Noblesse is about a powerful Noble - Cadis Etrama Di Raizel (referred to as Rai) - who has been asleep for 820 years with no knowledge of mankind's advancement and scientific successes. At the start of the webtoon, Rai wakes up in an abandoned building in South Korea, and starts to get used to the modern world.. He goes to a school, where he meets his loyal servant Frankenstein. With Frankenstein's help, Rai enrolls into high school and inadvertently befriends athletic teenager Shinwoo, computer geek Ikhan, and Shinwoo's crush Yuna, and a few others. Noblesse follows the group's often dangerous adventures against a secret organization while uncovering Rai's past.

Read more about Noblesse's characters and etc on Noblesse's wikipedia page and Noblesse wikia.

2. Komentar 

Jujur, sebelum aplikasi 'webtoon' di aplikasi LINE muncul dan bagi-bagi koin gratis, gue belom pernah ngebaca Manhwa. Setelah beberapa lama gue baca beberapa Manhwa, temen gue merekomendasikan Manhwa ini.

Terima kasih, LINE. Terima kasih koin gratisnya.

Awal mula ceritanya memang agak membosankan jujur aja. Karena belum terlalu banyak pertarungan yang dilakukan Rai di awal-awal, Rai terlihat sangat lemah, tetapi dia mempunyai bawahan yaitu Frankenstein, yang membuat gue merubah pikiran kalo Cadis Etrama Di Raizel tidaklah selemah itu. Gak sesuai sama namanya.

Tap, setelah gue jalan beberapa puluh chapter (Btw, gue baca yang berbahasa Inggris. Lebih duluan muncul dan udah banyak chapternya dibanding yang berbahasa Indonesia.), terlihat lah kekuatan si Rai yang menurut gue beberapa chapter kedepannya akan menjadi lebih seru.

Seratus, dua ratus, tiga ratus, empat ratus chapter pun terlewatkan.

Gila.

Keren parah.

Saking kerennya, gue gak bisa ngejelasin. Mending baca sendiri. 

Semakin banyak ngebaca chapter, semakin ingin tahu kelanjutan selanjutnya. 

#NoblesseHype

Oiya, Noblesse ini dapet sebuah video Animationnya yang waktu itu resmi di streaming live lewat LINE. Animation ini buatan animator jepang, dan berbahasa jepang, sehingga bisa dikatakan kalo ini adalah Anime nya. Meski menurut gue yakin sebenernya gak cuma satu animasi tentang Noblesse, karena kalo lo coba cari "Noblesse Animation" di YouTube, resultsnya bukan cuma yang waktu itu di streaming kok!

Beh.

Lebih lanjutnya, lo bisa baca Noblesse di Laman Noblesse di website Webtoon. (Bahasa Inggris. Chapter terakhirnya #404 pas tulisan ini ditulis.) Buat yang mau versi Bahasa Indonesianya, bisa di Laman Noblesse bahasa Indonesia (Berbahasa Indonesia, sumpah. Chapter terakhir yang di update itu chapter ke #376 pas tulisan ini ditulis.)

3. Plus & Minus nya

Perlu gue kasih tau, penilaian ini sangatlah relatif.

+ Plus
  • -Cerita itu gampang di tangkep dan menurut gue salah satu cerita yang bagus. Temen gue bilang cerita ini adalah cerita tentang vampire, tapi gue gak suka vampire. Setelah gue baca Noblesse, gue sadar kalo cerita itu bukan tentang vampire. Tapi bagus.
  • -Kadang cerita yang sedang berjalan kepotong dan harus menunggu minggu selanjutnya / baca chapter selanjutnya. Bikin pengen baca lagi, euy.
  • -Art nya semakin berkembang. Ini adalah hal yang seiring waktu nggak di sadarin oleh banyak pembaca di manga atau manhwa. Kalo lo baca dari chapter 1-ratusan, dan kalo lo lagi bosen dan lo coba baca dari chapter 1 lagi, kerasa banget bedanya.
- Minus
  • -Mungkin ini emang udah sering terjadi di manga atau manhwa manapun. Tujuannya itu masih sangat samar. Filler banyak banget. Meski nggak ngebosenin, tapi ya emang maunya Author begitu, sih.
  • -Kadang cerita yang muncul di awal itu nggak bisa dikira-kira. Meski sangat jarang, tapi chapter selanjutnya kadang nggak hubungannya dengan chapter sebelum chapter ini. Malah di chapter selanjutnya lagi baru lebih nyambung Jadi ya harus lebih bersabar.....

Overall bagus, kalo gue rate 1~10...........


9/10

ea. Gue rada selektif, lho. Tapi emang bagus kok.......


Baca Noblesse dan share cerita lo tentang Noblesse disini!

Sekian dulu,

Cya!

Saturday, April 09, 2016

Liburan gak kemana-mana? Cobain salah satu hal yang bisa lo lakuin pas liburan ini!

Saat gue nulis ini, gue adalah seorang siswa kelas XI SMA. Gue menulis ini disaat gue sedang menjalani masa "belajar di rumah" selama 12 hari, karena kelas XII nya sedang menjalankan UN. Entah UN PBT atau CBT.

Biasanya, anak seumuran gue manghabiskan liburannya dengan berlibur, atau melakukan hal yang berguna. Tetapi gue, lebih memilih untuk diam di rumah. Nggak ngapa-ngapain. Gabut. Diem aja.

Masih terlalu banyak dopamine di dalam otak gue yang nyebabin gue gak mau ngapa-ngapain. Hm.

Sebelum mulainya 'belajar di rumah' yang kira-kira dimulai 8 hari yang lalu, gue berpikir sebaiknya gue memikirkan apa yang mungkin gue lakukan di rumah, kalo misalnya gue gak jalan-jalan. Gue juga berniatan untuk jalan-jalan, paling nggak gue menghabiskan beberapa hari gue untuk jalan-jalan.

Tapi, selama liburan gue lebih condong nggak menghabiskan liburan gue. Sama sekali.

Entah kenapa, liburan gue kali ini rasanya lebih pahit dari jamu. Jamu buyung upik.

Jujur aja, gue berencana juga buat nulis apa yang gue bakal lakuin selama liburan, apa yang gue alamin selama liburan. Dan rencana gue udah tersampaikan dengan post ini, yaitu dengan nggak kemana-mananya gue.

Post kali ini adalah draft gue waktu.... gue baru mau masuk SMA. Cuma sekedar nulis garis besar. Dan udah bersarang laba-laba juga draft ini. Post ini adalah salah satu dari sekian draft gue yang belom kesampean di tulis dan udah di revisi biar gak keliatan bocah. Mungkin ada yang nanya, kenapa gue banyak draft. Soalnya kadang-kadang lagi nulis, eh mood teralihkan. Atau ilang. Atau ada panggilan untuk war bareng.

Malah curhat, kambing.

Oke, jadi kali ini gue mau ngasih tips hal apa saja yang bisa lo lakuin kalo misalnya lagi liburan (entah liburan abis lulus-lulusan, abis UAS, libur lebaran, ataupun meliburkan diri) biar gak bosen dan busuk di rumah!

1. Main game

Main game adalah hal yang paling gue rekomendasiin bagi lo semua yang lebih milih buat ngehabisin waktu liburan lo dirumah. Game-game yang bisa lo mainkan adalah game yang berbasis PC, konsol, ataupun HP.

Paling enak sih, PC.

#pcftw #pc4lyf

Kenapa gue bilang PC?

Karena PC (meski yang standard dan bukan yang overpower) jangkauan gamenya luas, dan bisa untuk main emulator NES, PS1, PS2. Buat controller? Controller PS2/PS3 aja bisa di pake buat controller game PC yang bisa pake controller kok. =)

Apalagi PC yang kuat buat main game berat. Bhe.

Gue gak bilang kayak gini karena gue lebih prefer pc dibanding console, tapi karena emang kenyataannya gitu. Semua menjadi relatif, sih. Tergantung orang itu sendiri ada di sudut pandang mana dan ketemu nyamannya dimana.

2. Bantu beresin kamar

Ini adalah salah satu hal yang pengen gue lakuin. Tapi jarang banget kesampaian.

Buat yang dirumah nya menggunakan jasa yang ngebantu beres-beres rumah, sekali-kali sadar dirilah kalo misalnya kamar lo sendiri berantakan. Bisa mendidik diri sendiri buat bertanggung jawab kalo abis ngeberentakin kamar gitu kan. =D

3. Mencari ide

Mencari ide adalah hal yang pengen gue lakuin ketika gue liburan. Mencari ide yang gue maksudkan disini adalah, mencari ide tentang apa yang ingin lo lakuin nanti di masa depan.

Gue orangnya adalah orang yang menghadapi apa yang akan gue hadapin dalam waktu dekat. Gue sangat jarang berpikir jangka waktu panjang, kecuali masalah ini benar-benar membutuhkan pemikiran panjang.

Bisa dibilang, gue orangnya nggak berpemikiran panjang kalo gak dibutuhkan. Jadi, sulit untuk serius kalo gak di butuhkan.

Kagak deng. Bisa dilihat dari post-post gue, gue itu gimana orangnya kalo mikir pendek.

Buat yang mau mencari ide tentang hal lain, seperti apa yang bakal lo lakuin esok, atau apa yang pengen lo cari idenya yaa itu boleh lah pastinya!

4. Belajar

Sebelum gue melanjutkan, sebelumnya lo bakal mikir.

"Ambis lo, nyet."

Wei, jangan menghakimi dulu. Mungkin gue berpikir kayak gini, tapi selama liburan gue gak pernah nyentuh buku pelajaran atau buku referensi atau buku apapun yang berhubungan dengan pelajaran sekolah. :)

Lagian, orang yang notabene 'ambis' itu juga punya alasan tersendiri, dan alasannya itu terbilang bagus buat dia. Gak ngerugiin orang, kecuali kalo orang lain yang suka merasa rugi karena orang yang dibilang ambis. Kadang-kadang, masalah ambisius ini malah bikin orang itu ngedown karena dibilang ambis. Padahal, mungkin emang dari sananya itu dia udah begitu dan itu udah menjadi kebiasaan. Jadi kalo ada temen ambis, katain ambis aja tapi dalam taraf bercanda aja. :)

Gue sering kok bercandain orang begitu.

Ya, buat yang mau belajar kalo lagi liburan ya silahkan. Sangat-sangat memerhatikan masa depan sekali biasanya sih yang kayak begini.

5. Maraton film/anime/drama/apaan kek 

Nonton film atau anime atau variety show (ea) biasanya adalah hal yang lumrah buat gue lakukan selama gue liburan. Tetapi, di liburan UN pas gue nulis ini (Kelas XI) gue bener-bener nggak ngapa-ngapain. Jarang nyentuh HP. Jarang baca komik. Jarang nonton film, anime, dan sebagainya.

Buat lo yang waktu itu ketinggalan anime spring/winter/summer season, lo bisa nonton pas lagi liburan ini kok!

Mayan, dari pada waktu lo terbuang sia-sia dengan ngelakuin hal yang nggak bener gitu, kan.

6. Ngebuat sesuatu!

Lo punya skill akan sesuatu?

Seperti ngebuat lagu, film, atau nulis? atau bahkan skill untuk pup di toilet duduk dengan berdiri?

Daripada nggak ngegunain skill lo untuk menciptakan sesuatu yang bisa menyenangkan orang banyak in positive way, kenapa nggak?

Ngebuat lagu lalu di upload ke soundcloud, ngebuat shortmovie bareng temen-temen, ataupun ngehabisin waktu di rumah untuk nulis blog ataupun untuk nulis buku untuk dikirim ke penerbit juga oke!

Gue sih lebih menyarankan buat nulis. Nulis buku, gih!

#hftlyf

7. Cari duit

Daripada otot atau otak gak kepake selama liburan, mending dipake buat cari duit.

Bukan karena kekurangan uang atau kenapa, tapi yaaa mendingan dipake daripada gak diasah terus otaknya atau gak di pake ototnya, nanti mengecil lho ototnya.

Enaknya sih cari kerja online.

Lengkapnya, cari di google. Usaha keras tidak akan menghianati, kok! ;)

update

8. Olahraga

Ini adalah salah satu kegiatan terpositif yang bisa lo lakuin saat lagi liburan. Jangan cuma olahraga 5 cari (misal : gundu, catur, karambol, dan congklak), tapi cobalah untuk berolahraga yang minimal menggerakkan anggota-anggota tubuh dan paling nggak bikin keringetan.

Pake app workout di store, misalnya.

9. Merenung.

Konotasi merenung seakan jelek belakangan ini. Padahal gak semua merenung itu jelek.

Emang terkadang merenung itu dilakukan karena seseorang telah melakukan hal yang tidak baik, dan mereka merenung dan menyesal tentang apa yang mereka telah perbuat. Tapi, merenung bisa lo lakuin untuk memikirkan apa yang akan lo lakuin di masa depan, contohnya. Atau apa yang akan lo lakuin pada liburan yang akan datang kalo lo nggak kemana-mana,

Ya, gue ngepost ini sambil ngerenung, lho.

Gakdeng.


Intinya seperti itu.
.
.
.
.
.

Sekian dulu postan ccd dari gue. Gue tau, isinya gak seberapa. Tapi maksud gue nulis beginian karena gue mau kabur dari zona nyaman gue gak mau ngapa-ngapain selama liburan gue yang gak nggak kemana-mana.

Cheers!

Sunday, March 20, 2016

Problematika yang di alami pas chatting

Jujur, pikiran gue terbagi. Di satu titik gue lebih suka untuk ngobrol lewat chat, dan di titik lain gue lebih suka ngobrol di real-life karena gue merasa dapat memperkecil kemungkinan miskomunikasi.

Because of that, sekarang gue mau nulis tentang beberapa hal yang sering kita anggep agak gimana-gimana gitu kalo lagi chat sama orang. Orangnya beda-beda tentunya, karena gaya tulis orang itu berbeda-beda.

Gue bikin dalam format Q&A.

Lol.

Q : Kenapa sih biasanya kalo di akhir kalimat di tambahin titik itu artinya lagi gak mood?

A :Ini adalah salah satu problem yang gue alamin. Kalo lagi chat sama orang lalu di akhirnya di akhirin tanda titik, biasanya berarti tanda 'sirine' sudah nyala.

Mungkin orang yang lu ajak chat lagi gak mood buat chatting karena sesuatu. Atau karena lu yang bikin bete? ;)

Padahal, tanda titik di akhir kalimat gak selalu menjadi pertanda kalo orang itu lagi gak mood. Kemungkinan-kemungkinan lain muncul, seperti mungkin dia adalah orang yang benar-bener sudah hapal EYD dan perfeksionis dalam setiap apa yang ditulis. Mungkin juga di handphone nya emang ter-setting kalo setiap akhir kalimat sistem akan menambahkan titik dengan cara tap space 2 kali atau yang lain.

Mungkin aja dia juga iseng.

Atau jaim.

Kayak nulis blog gitu akhirannya sok-sok di akhirin dengan 'titik'.

Q : Kalo orang yang di chat itu suka nyingkat-nyingkat kalimat gimana?

A : Well, yeah gue juga orangnya suka nyingkat-nyingkat kalimat. Contohnya, misal gue nulis,
"Jangan baca blog gue, kurang kerjaan banget. Gausah di baca oke."

Kalo di chat, gue bakal tulis, "Jgn baca blog gue, krg kerjaan bgt. Gausah di baca ok"

Well, ya karena gue lebih berpikir kalo chat ini mau terus gue bales, gue harus menghemat waktu sebaik-baiknya. Itu menurut gue. Kemungkinan lain, bisa aja orang yang lu chat lagi sibuk, atau emang gak mau chat sama lu.

Apalagi kalo kalimat di atas di singkat gini, "Jgn bc blog gw, krg krjaan bgt. Gausah di bc k"

Hadeh.

Q : Kok gue bingung ya. Banyak yang kalo nulis di status pake 'gue' tapi kalo chat dia pake 'gua' atau 'gw'. Sama halnya dengan 'lo' dan 'lu' nih.....

A : Menurut gue pribadi, penggunaan 'gue', 'gua', 'gw' itu sama aja. Menunjuk ke individu yang sama juga.

Sama halnya dengan 'lo' & 'lu' juga kan?

Gue gitu, kok. Di blog gue terbiasa nulis dengan 'gue' dan kalo di chat terbiasa pakai 'gua'. Gue ada pandangan sendiri tentang penggunaan gituan. #bhak #tapiseriusan

Terus, jangan bawa perasaan a.k.a baper kalo misalnya lo chat sama seseorang dan dia pake aku. Bukan berarti dia nganggep lo spesial.

Emang dia begitu ke semua orang.

Q : Anjir gue baper, Di. Ehm... lanjut aja. Kalo misalnya ada yang suka nambahin huruf vokal di akhir kalimat, kayak, "Biasa ajaaa" itu gimana ya?

A : Itu kalo di ucapin emang kedengeran kayak ada sesuatu yang di sembunyiin. Tapi kalk di chat, kemungkinan-kemungkinan lain muncul. Kayak emang dia nyembunyiin sesuatu, atau pengen keliatan friendly, bahkan pertanda kalo dia mau sesuatu.

Ya know what I mean.

Q : Oohh ya ya gue ngerti apa maksud lo. Tapi lo pernah kepikiran gak sih, apa yang mereka omongin di chat itu sebenernya belom tentu di lakuin di beneran?

A : Ya iyalah. Dunia ini penuh orang yang mageran dan orang yang suka tertawa berlebihan.

Kayak misal di chat yang suka nulis gini :

"Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk"
(Ini ekspresi 'hahaha' orang indo)

Kalo cuma 'wkwk' gue masih bisa lah di mengertin tapi kalo udah panjang banget, seakan itu ketawa berlebihan tau.......

Ekspresi lol juga sebenernya kurang tepat, karena lol berarti tertawa terbahak-bahak (lol itu singkatan. Cari di google singkatan dari apa).

Sedangkan lu gak beneran ketawa terbahak-bahak kan....

Q : Kalo yang biasanya suka chat pake akhiran ':v' atau emotikon lain gimana?

A : Kadang-kadang sisipan emotikon di akhiran kalimat sering melambangkan ekspresi pemberi emotikon saat memberi emotikon.

Tapi sih biasanya, yang suka pake emotikon ekspresi wajahnya tuh gak kayak ':v'....

Tapi ekspresi hatinya begitu.

Q : Lu suka pake kan kambing. Oke yang terakhir nih, kalo yang suka read doang atau suka gabales gitu tapi nanti ngechat lagi/cuma ngeread juga ujungnya?

A : Gini. Jangan berpikir negatif tentang orang yang lo chat, malem-malem gak bales dan besoknya cuma di read atau bahkan gak di buka chat lu. Jangan.

Kemungkinan mereka yang melakukan itu emang karena gaada yang harus di omongin lagi atau bingung bales apa. Atau karena emang gak nyangka di chat lu. Atau emang karena lo emang gak di harapkan untuk nge chat dia.

Who knows.

Udah dulu ye, lu nanya mulu. Kalo mau nanya lagi ntar gue tambahin di sini, asal lu nulis di komentar apa yang harus di tambahin, pake 'Q : *isi yang harus gue tulis*'

Alryt
Peace out.

Wednesday, December 23, 2015

+/- Punya rambut kayak gue!

Gue Hadi. Gue adalah seorang murid sma yang memiliki rambut... ya ikal gitu. Gue gak tau jenisnya apa.

Waktu gue masih bayi, rambut gue lurus. Sumpah. Pas gue mulai mencapai masa pubertas, rambut gue mulai begini.

Me cri.

Ya, punya rambut kayak gue gini ada untung/nggaknya, yang bakal gue bahas kali ini. Langsung aja, kelebihan punya rambut ikal-tapi-kalo-panjang-bentuknya-kayak-microphone!

KELEBIHAN

1. Water Resist.

Ini yang paling gue suka. Terutama karena gue suka hujan. Tapi bukan berarti gue suka hujan-hujanan terus ngojek payung gitu. Nggak....

Tapi karena rambut gue punya kemampuan untuk menahan air. Gue sering pulang sekolah disaat langit Jakarta sudah (sangat) mendung. Gue pun mulai menyalahkan pemerintah karena jam pulang anak smp & sma terlalu sore.

Waktu gue smp dulu, gue sering pulang bareng temen-temen gue yang arah rumahnya sama kayak gue. Ditengah perjalanan ketika lagi nyari angkutan umum, tiba-tiba hujan turun. Gue dan temen-temen gue akhirnya berlari biar buru-buru dapet angkot. Semakin kencang gue berlari, hujan semakin deras. Lalu gue liat wajah temen-temen gue.......

Karena temen gue rambutnya lurus, mereka udah basah kuyup. Kayak abis dilelepin di kolam renang.
Sedangkan gue?! Rambut gue baru basah sedikit men!

Tapi ujung-ujungnya hujan makin deras dan temen-temen gue makin keliatan basah (?) dan kemampuan 'water resist' gue mulai menurun. Gue mulai merasakan air hujan di kulit kepala gue.
Anjing, dingin ternyata.

2. Bisa nyembunyiin sesuatu dirambut.

Keuntungan yang kedua ini nih!

Kalo lo punya alat-alat tulis baru, dan lo gamau barang-barang lo ilang, lo bisa selipin di rambut.
Sumpah.

Pernah di suatu saat, saat gue lagi merhatiin guru ngajar gue lagi megangin pensil. Iseng-iseng gue taro di rambut.

Setelah beberapa saat merhatiin, gue bosen, dan gue main game. Setelah selesai main game, gue pengen nulis sesuatu yang penting di buku catetan gue tentang apa yang gue tangkep dari pelajaran tadi menggunakan pensil.

Pensil gue ilang.

Gue cariin.

Gue puyeng, lalu gue garuk-garuk rambut.

Eh ketemu. Goblok.

Bahkan yang nulis keuntungan punya rambut gini aja lupa nyimpen pensilnya di mana. Sepertinya gue gak perlu bawa tempat pensil ke sekolah lagi, deh.

3. Disuatu saat orang yang doyan brokoli akan laper liat rambut lo.

Mungkin terdengar aneh, tapi ya rambut gue kalo panjang emang nggak kebawah. Tapi ke atas. Kayak brokoli.

Atau pohon. Ya. Pohon berjalan. Kayak benakribo.

4. Kalo dielus-elus ada sensasi tersendiri.

Kalo dielus ya... kayak geli-geli gitu deh....

Sumpah, beda banget kalo lo ngelus rambut lurus sama rambut kayak gue. Enakan dielus tuh yang rambut kayak gue tau.

Kayaknya.

------

Oke, sebagian keuntungannya udah gue sebut, sekarang langsung ke ketidakuntungannya :

KETIDAKUNTUNGAN

1. Model rambut sedikit

Ini salah satu ketidakuntungannya.

Kalo lo jadi cowok, kemungkinan rambut lo pas panjang dan dipotong, kalo gak dirapihin (diperbagus), dipendekin, kalo gak botak.

Udah. Gitu aja.

Sedih.

Gue gak terlalu memperhatikan penampilan gue, jadi ya gue gak pernah ganti gaya rambut.

2. Susah diatur, susah disisir

INI NIH!

AH.

Dilema orang rambut kayak gue, sehabis mandi kalo gak sisiran, rambut bakal berdiri dan susah diatur. Sekalipun disisir, juga bakal tetep berdiri.

Duh...
3. Kalo ada sesuatu yang nempel/jatoh di rambut, susah dilepas/bersihin.

Paling ngeri.

Kalo ada sesuatu yang terbang lalu mendarat dirambut lo. Kawin, beranak pinak disitu.
Gila. Nightmare banget.

Gue sering bayangin orang yang punya rambut kayak gue. Kesian. Kalo misalnya ada orang iseng naro potongan kertas kecil-kecil di rambut, bakal susah banget dibersihin. Nyelip-nyelip. Kalo disiram, kertasnya basah dan hancur, makin parah.

Apalagi kalo ada serangga hitam mendarat dirambut lo....

Oke banget.

Mendingan gue nyumbangin rambut gue dijadiin sarang burung, deh.

Oke! Sekian dulu yang bisa gue tulis. Gue kasih bonus rambut gue deh, biar gak kepo.

Cheers!

Sunday, November 01, 2015

Saturday, October 24, 2015

Pertanyaan random di askfm #1

Yomaan gua balik lagi nih!

Sori post mingguan nggak nongol, gua baru selesai uts dan minggu kemarin gua nyiapin buat uts hari senin.

But anyway udah selesai uts nya! Jadi gua bisa kembali ke kebiasaan buruk gua yang lama. Yey!

Oke, jadi sebenernya gua udah mau ngelakuin ini dari lama, dan baru kesampean sekarang. Kali ini gua mau ngejawabin pertanyaan random di askfm yang ada di stok pertanyaan akun gua di askfm. Ada beberapa answeran yang gua delete, biar bisa gua reanswer disini. Oke langsung aja yak wkwkwk

1.  Hewan apa yang menurutmu paling menekankan?

Hewan yang menekankan, menakutkan, menjijikan dari semuanya cuma satu.

Kecoa.

Sumpah. Gak ada hewan yang lebih superior dibidangnya dari itu sejauh gua bisa menilai. Fahkin hell.

Buat lu yang baca ini dan takut sama kecoa, saran gua biar lu gak takut lagi sama kecoa, search di youtube, "the biggest cockroach ever" dan liat video-videonya.

2. Could you describe someone who has cute armpit?

Ya dia punya ketek. Mungkin berambut dan belom pernah dipotong. 3 tahun. Gak pernah pake deodoran. Hem. Yes.

3. Cuy, TGIF artinya apaan?

Itu akronim dari Tai Gua Item as Fak. Kayak pup kambing gitu.

4.  Apa nama buku yang terakhir kamu baca?

Buku fisika.

Jk lol. Buku diary gua.

5. Apa yang membuatmu gugup?

Kegugupan. Ketidaksiapan. Ketidaksempurnaan seorang manusia dalam menjalankan suatu hal.

Anjir alay bat.

6.  Jika kamu bisa langsung berbicara bahasa apapun di dunia ini, bahasa apakah itu?

Oh yes! Dari dulu gua selalu ingin bisa berbicara bahasa binatang. Jadi kalo ada hewan yang mau makan, gua bisa tau. Kalo ada yang mau ribut, gua bisa tau. Dan kalo ada yang mau kawin, bisa gua rekam.

Fin.

7. Ini siapa?

.......

8. What doesn't the World know about the country you live in?

Negara ini masih dijajah sama penguasanya sendiri. Mungkin mereka belom tau.

9Sayangku maukah kau jadi ayam hutanku?

Kalo gua jadi ayam hutan, berarti gua bisa bahasa binatang dong? Lel

10.  Kakak aja punya jav banyak banget

Jav itu apa yah kak.....

Segini dulu post kali ini. Gak guna kan? Belom hari minggu sih jadi gini nggak jelas. Makanya, biar ada post lanjutan kayak gini, lu bisa ngeask gua di askfm gua di sini, biar pertanyaannya makin banyak dan makin panjang jawabannya wkwkwk.

Cya in da next one bitj.

Sunday, October 19, 2014

Saturday, September 20, 2014

Artikel Dr. Hadi : Fakta-fakta tentang Upil!

Hola! Kembali dengan dr. Hadi. Kali ini kita akan membahas tentang upil.

Sedikit aneh memang, tapi upil memang sudah menjadi bagian hidup setiap orang. Apalagi kegiatan menggali upil yang biasa kita sebut mengupil, juga sudah menjadi bagian hidup seorang manusia.

Di kesempatan ini, kita akan membahas beberaps fakta upil-manusia yang mungkin belum kalian ketahui.

Langsung aja!

1. Keinginan menggali upil kadang terjadi diwaktu yang tidak diinginkan.

Sejauh riset yang sudah saya lakukan, banyak orang yang mengupil disaat yang tidak diinginkan orang itu sendiri. Contohnya, waktu itu saya sedang bercanda ria dengan teman-teman dekat saya. Saat itu kami sedang istirahat dan berada di dalam kelas. Suatu ketika, disaat kami sedang tertawa terbahak-bahak, ada saat dimana salah seorang teman saya merunduk setelah tertawa, dengan tangan yang terlihat mengobel sesuatu dari hidungnya. Dengan sigap saya dalam hati saya berkata,"dia sedang menggali emas."

Cukup dengan kata-kata formal. Gue mual.

Ya! Mengupil dapat terjadi di saat-saat seperti itu. Gue juga pernah ngupil disaat pelajaran, terutama pelajaran yang nggak gue suka. Saat gurunya menerangkan, gue malah sibuk bekerja menggali 'emas' gue. Tentunya karena gue manusia sopan dan tau diri, gue nutupin idung gue pas ngupil.

2. Pengupil itu kebanyakan berani berbuat, tapi gak berani bertanggung jawab.

Sering liat gak sih orang-orang (atau lu sendiri) kalo ngupil selalu berani, tapi nggak bertanggung jawab terhadap upilnya?

Ini sering banget terjadi. Karena mereka nggak bertanggung jawab, akhirnya upil-upil yang sudah digali tersebut dipeperkan ketempat lain, contoh tembok, bagian belakang kasur, atau kolong kursi.

Pernah suatu hari di kelas, gue lagi di sekolah merhatiin guru. Emang guru ini suka diperhatiin. Kalo nggak diperhatiin suka ngomong, "Perhatiin saya dong jangan asik ngobrol sendiri!"

Oke, ketika gue lagi merhatiin, iseng-iseng gue megang-megang bagian bawah kursi. Tiba-tiba gue menyentuh sesuatu yang kering, berbentuk kecil, dan pas gue cium tangan gue bau. Gue yakin yang gue barusan sentuh tadi adalah upil kering.

Tai. Ternyata ada orang yang udah nempelin upilnya di bawah kursi gue.

Akhirnya demi balas dendam, gue ngupil, dan gue taro persis disamping upil yang sebelumnya gue pegang. Meski dengan sangat terpaksa saat gue meraba-raba bagian bawa kursi tersebut gue harus kena upil kering tadi.

Hft.

3. Upil terkadang nomaden.

Nomaden, atau berpindah-pindah tempat adalah salah satu takdir menjadi sebuah upil. Terkadang, ketika upil sudah digali dan pengupil jijik sama upilnya sendiri, dia bakal buang upilnya, tapi nggak dipeperin ke mana-mana.

Malahan, dia bakal lempar upilnya.

Sasaran paling enak sih, seragam sekolah temen, rambut temen, atau kursi.

Kursi temen atau kursi guru.

4. Upil itu...... asin.

Buat lu yang gak pernah ngupil (gak mungkin), atau gak pernah cobain rasanya upil itu gimana, gue kasih tau kalo rasa upil itu asin.

Serius!

Gue pernah coba (uek) dulu pas gue masih penasaran akan hal-hal yang nggak normal. Yaitu waktu kecil. Apa aja dirasain. Salah satunya upil.

AHAHAHAHAHAHAH.

Gue merasa jijik sendiri. Buat nginget, apalagi setelah gue sadar kalo gue nulis tentang tulisan ini berdasarkan diri gue sendiri.

Fak.

Kalo gak percaya sama rasa upil, boleh lu ambil dari hidung lu sendiri, dan cicip sedikit.

Gue gak nyaranin, tapi silahkan buat yang penasaran. Gue jijik.....

Oke sekian dulu artikel dr. Hadi kali ini! Jangan lupa buat baca artikel Hadi yang lain di hadialattas blog!!

Cya later.


P.S. Hadi lagi gabut nggak ngapa-ngapain. Katanya sih lagi dilema. Padahal katanya mau update blog tiap minggu tuh....

Monday, July 21, 2014

Kesalahan Orang-Orang di Sosial Media

Haaaalooooo!!! Udah lama banget kayaknya gue gak ngepost hal-hal yang cocok buat orang yang aktif di sosmed. 

Kali ini gue pengen ngasih tau lo 'Kesalahan Orang-Orang di Sosial Media'.

Tau kan sosial media itu apa? Tempat dimana orang curhat? Tempat dimana orang menumpahkan emosinya yang mungkin lagi meluap-luap? Atau tempat dimana orang yang mau buka puasa tapi malah update path dulu?

Langsung aja deh nih beberapa kesalahan orang-orang di Sosial Media:

Saturday, March 08, 2014

Let's kupas : Tipe-tipe pengguna Twitter!

Sebagai orang yang hampir tiap minggu buka twitter 8 kali, gue bisa dinominasikan sebagai 'The ABG Twitter of the year' yang kalo misalnya gue menang dan dapet piala, pialanya bakal gue patahin setelah gue terima.

Saturday, October 12, 2013

Saturday, October 05, 2013

'Senin UTS', and 'Panic Mode Activated'

Helo, ini mungkin posting terakhir sebelom UTS. Karena biasanya 2 hari sebelum UTS, internet gue dicabut dan gue harus belajar intensif. 

Kali ini gue cuman mau nulis pendapat-pendapat orang tentang blog gue. Gak dikit, gak banyak. Hampir setiap orang di sekolah, kalo ketemu gue selain becanda, bermain dan belajar, pasti ngomongin sesuatu masih ada kaitannya sama blog gue.

Wednesday, October 02, 2013

Renda Bercucuran

   Rabu ini kelas gue ada pelajaran Bahasa Indonesia. Waktu hari jum'at lalu, guru Bahasa Indonesia gue ngasih tugas untuk membawa karya seni apapun bentuknya, agar benda itu dapat diberi pendapat oleh para murid. Dan juga, murid di kelas gue dikasih waktu 1 minggu buat nyari karya seni yang gak berguna itu.

   Sempaknya, gue gak bawa karya seni.


Sunday, September 15, 2013

Ba dum tss..

   Ceritanya pagi ini gue lagi nonton TV. Terus mama gue ngomong sama abah,'yuk, jadi kepasar nggak?'

   Ayah gue menunjukkan tanda mau, tapi enggak mau. Akhirnya gue ditunjuk buat nemenin kepasar. KENAPA MA!! KENAPA!!