Friday, June 10, 2016

ola.

Hi guys! selama puasa ini gue bakal ngepost sesuatu yang bener-bener nggak pernah gue post, dan isinya cuma tentang pemikiran gue yang pengen gue omongin dan hal-hal lain.

Siap.

Monday, June 06, 2016

Happy Birthday to me!

Happy birthday to me

Happy birthday to me

Happy birthday dear myself

Happy birthday to me

Keliatan kesepian banget gak sih.....

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Oke guys jadi hari ini adalah hari ulang tahun gue yang ke 17.

#finallylegal #saatnyabuatbikinktp

Gue sebelumnya gapernah mau untuk nulis tentang hari ulang tahun gue, tapi ya sudahlah. Toh umur 17 itu cuma sekali dalam hidup gue.

Di tahun ke 17 sejak gue lahir ke dunia ini gue udah mengalami banyak hal. Banyak hal yang berubah dari gue umur 17 hari, 17 bulan dan 17 tahun.

Gue menyadari di tubuh 17 tahun, dan pemikiran masih bocah 9 tahun ini sada bahwa semakin gue udah semakin dewasa, dan masih banyak yang harus gue lakuin untuk masa depan gue. Gue sangat berharap di umur yang akan datang gue akan lebih menyadari apa arti hidup dan menjalani kehidupan ini dengan lebih normal.

Moving on,

Di pagi 6 juni 2016 ini, adalah awal ibadah puasa Ramadhan di tahun 2016 masehi. Bertepatan dengan hari ulang tahun gue, menurut gue Ramadhan datang di hari ulang tahun gue pun gue udah merasa cukup menjadi hadiah ulang tahun. Gue mau curhat, dulu gue pernah ngerayain ulang tahun gue, kira-kira yang ke-5. Setelah umur gue 6 dan keatas, gue mulai berpikir kalo gue nggak butuh ulang tahun gue dirayain. Cukup orang-orang terdekat gue (nb : orang tua, keluarga, dan sebagian kecil teman) itu tau dan ngucapin itu udah sebuah hal yang menurut gue,

"Kapan lagi", gitu.

Secara umum, ucapan aja ke gue itu udah sesuatu yang bisa gue anggap lebh (kecuali kalo ngucapin terus minta traktir). Tapi secara khususnya, sebenernya nggak ada sesuatu yang gue inginkan secara khusus. Gue gak pernah mau untuk minta ke orang tua atau orang lain soal hadiah ulang tahun dalam bentuk sesuatu yang bisa gue gunain secara lama. Paling kalo ulang tahun, gue ditawarin mau beli apa, kalo nggak sesuatu yang personal dan gue lagi pengen banget, ya gue bilang, "Yang bisa dimakan bersama aja" atau "Yang rame-rame bisa pake".

Dengan kata lain, makanan. Nggak tau kenapa.


Tapi kalo orang mau kasih gue hadiah, ya gue terima.

"Kapan lagi", gitu.

Lalu, kalo gue pengen suatu barang, kadang gue nggak mau ngomong sama ortu untuk minta ini itu kecuali kalo gue punya uang yang mendekati harga yang gue inginkan, dan ditambahin. Itu gue baru minta. Kadang suka nggak enak gimana gitu, ya. Belum butuh-butuh amat, tapi pengen ini dan itu. Jadi ya gue abaikan.

By the way, alo ada yang kasih gue hadiah, ya Alhamdulillah masih ada yang mau ngasih gue hadiah, meskipun kadang gue nggak bisa ngasih apa-apa ke orang yang ngasih gue hadiah pas mereka ulang tahun.

Oya, kalo mau kadoin gue, duit aja ya.

#ngarep

Oke gue bercanda.

Moving on, gue hari ini langsung disuruh buat KTP!

Gile. Gercep banget kan?!

Oke, setelah gue dapet surat keterangan yang ditembus RT, gue pun sebagai warga negara yang baik lansung menuju kantor (kurang lebih) RW yang letaknya agak jauh dari rumah gue, karena di RW tersebut, RT gue ini adalah RT terakhir.

Setelah gue masuk ke dalam kantor RW tersebut, terlihat pak RW sedang main HP. Berkas-berkas yang gue bawa pun diserahkan ke asistennya untuk di tulis nama sang RW tersebut. Oke.

Ketika saat penandatanganan tiba, sang RW pun menyerahkan HPnya kepada asistennya yang lain untuk memfoto gue yang lagi nunggu tanda-tangan surat keterangan. Narsis juga, pak. Setelah gue dapet surat keterangan, gue pun langsung pulang dan lanjut ke kelurahan, tempat dimana gue bakal regist ktp sebenarnya.

Gue gak pernah ke kelurahan sebelumnya, tapi gue tau tampak depannya gimana. Gue dikasih tau kalo gue harus ngambil nomor antrian dan nunggu sampai nomor gue dipanggil. Gue linglung, gue nggak tau nomor loket dimana karena ini pertama kalinya gue kesana. Ujungnya, harus nanya ibu-ibu yang baru masuk dan dapet deh nomor antrian.

Pas nomor gue dipanggil, orang-orang banyak yang mulai masuk untuk ngurus berbagai hal. Ada juga yang ngurus KTP. Setelah berkas gue diambil, gue pun menunggu untuk dipanggil untuk mengisi data dan foto.

Iya, gak pasti banget kapan bakalan dipanggil.

Aneh, mungkin gue yang salah. Disela-sela gue nunggu, ada cewek yang baru dateng bawa berkas-berkasnya, dan nggak ngambil nomor antrian dan langsung nyamperin petugasnya, dan langsung masuk untuk foto. Dan dia pun keluar dengan ekspresi bahagia dengan membawa kertas keterangan pembuatan KTP.

Kayak, duh.... gue udah antri dan nunggu 1 jam-an tapi dia duluan yang dapet itu... sakit.

Saat giliran gue, gue masuk dan gue nurut apa yang disuruh di lakuin.

Masalah datang pas tanda tangan. Tandan tangan gue miring nggak karuan. Mungkin cuaca lagi buruk, jadi tanda tangan gue jelek. Gue pun minta untuk diulang dan yah, hasilnya cukup bagus lah.
.
.
.
.
.
.
.
Intinya, gue udah buat KTP!

Dan harus nunggu sampai 14 hari kerja.

Mudah-mudahan sih jadi dalam kurun waktu segitu.

Makasih buat temen-temen gue atas birthday wishesnya, sukses juga buat kalian dan maaf kalo gue banyak salah.

Marhaban Yaa Ramadhan! Met puasa, bro und sis.



peace out.

Sunday, May 22, 2016

Tipe-tipe temen yang mungkin lo pernah temuin di sekolah!

Seperti yang kita tau, sekolah adalah tempat dimana orang-orang yang berbeda kelamin, kepribadian, hobby, level keniatan untuk sekolah berkumpul. Gue dari umur 3 tahun udah mulai sekolah, dan sampe di umur gue yang menjelang 17 tahun ini, berarti gue udah menjelang 14 tahun sekolah.

14 tahun bukanlah angka yang kecil untuk sebuah usia.

Anyway, kali ini gue pengen menjelaskan tipe-tipe murid yang paling mungkin ada di setiap sekolah, Gue nulis ini karena gue cinta kepada teman-teman gue dalam status berteman, dan juga gue sangat ingin membuat status jelas tentang tipe-tipe siswa yang ada di sekolah.

Langsung aja!

Anak gaul

Yang pertama adalah anak gaul. Anak gaul yang gue maksudkan disini adalah anak yang dikenal sama semua orang karena suatu hal yang telah atau akan Ia lakukan. Entah guru, anak kelas lain, satpam, bahkan petugas kebersihan sekolah. Biasanya, anak yang gaul ini nggak suka awkward di mana pun Ia berada, selalu punya tujuan yang kemungkinan jelas, dan lebih terlihat berwibawa.

Menurut gue, orang yang gaul itu menjadi 'gaul' dikarenakan suatu ketidaksengajaan. Mereka bukan ingin menjadi orang yang dikenal, tapi menjadi dikenal dengan sendiri. Karena apa yang mereka lakukan, ucapkan, memberikan pengaruh yang cukup besar untuk membuat orang yang disebut itu menjadi gaul.

Anak yang gaul di semuanya

Mungkin lo masih kurang mengerti kenapa gue pisahin lagi anak gaul menjadi anak gaul di semuanya? 

Maksud gue, anak yang gaul di semuanya itu benar-benar gaul di segala aspek. Nggak cuma karena ngomongin suatu hal, tapi di semua hal.

Dan kadang mereka itu levelnya setara dengan anak gaul, tetapi dengan ruang lingkup yang lebih luas.

Anak yang gaul di sekitaran kelompoknya doang

Anak ini sangat terlihat pendiam dalam komunitas yang besar, tetapi kalo dia udah bertemu dengan orang yang sehobi/seminat dengan dia..

Dia bakal nunjukkin true-selfnya. 

Kata gaul menurut orang ini mungkin agak berbeda. Jadi menurut mereka gaul itu bukan memiliki banyak teman dan dikenal, tapi berkumpul dengan kumpulan orang-orang yang sehobi adalah keasikan tersendiri, sehingga membuat mereka menjadi gaul.

Anak yang cinta belajar

Sebenarnya, nggak ada salahnya untuk belajar. Orang yang belajar adalah orang yang memiliki maksud dan tujuan yang ingin mereka capai. Ada sesuatu yang worth fighting for. 

Setiap hari, waktu di habis kan rata-rata untuk belajar. Disekolah, kalo jam dari guru lagi kosong, dia belajar. Entah kenapa, belajar itu menjadi suatu kebutuhan yang sangat-sangat tidak dapat di lepas dari kehidupan anak ini.

Anak yang sangat cinta tanah air

Anak yang satu ini adalah anak yang sangat jarang ditemukan, di tengah derasnya arus globalisasi di Indonesia. 

Anak ini sangat cinta dengan tanah air, sampai-sampai kalo dia ngeliat sesuatu yang agak menentang dari suatu presentasi PKn, dia pasti akan bertanya di sesi tanya-jawab dengan pertanyaan yang kritis.

Anak yang nggak suka di ganggu

Anak ini kayak sangat sensitif. Anak ini bisa kemungkinan friendly, asik, dan seru saaat diajak ngobrol. Tapi kalo dia lagi ngerjain sesuatu, jangan coba-coba untuk ngeganggu dia.

Dia bisa menjadi orang yang paling menakutkan yang nggak bisa di bayangkan.

Takut kerjaannya berantakan, probably.

Anak yang pendiam

Anak tipe ini adalah anak yang pendiam. Pendiam itu sebenernya memiliki faktor sendiri-sendiri, jadi ya kalo anak ini pendiam bisa jadi dia mau ngobrol tapi nggak tau siapa yang mau ngajak dia ngobrol. Atau dia bingung mau mulai percakapannya gimana.

Gue juga post tentang pendiam di malam ngebacrit gue. Nih linknya.

Anak yang suka dagang di kelas

Sekolah itu jadi tempat yang enak untuk berdagang, terutama untuk cari dana.

Sekolah juga tempat yang bagus untuk cari dana, dimana kaum-kaum kelaparan mau makan tapi nggak mau banyak-banyak biar nggak gendut.

Jadinya pas deh dipake untuk dagang, apalagi makanan kecil gitu...

Nyam.

Anak yang nganggep sekolah itu bimbel dan bimbel itu sekolah

Lo mungkin bakal nemuin anak yang kayak gini mulai dari SMA keatas. Karena itulah yang bener-bener gue lihat.

Tipikal anak yang kayak gini, biasanya dikelas itu belajarnya nggak terlalu serius. Tapi giliran mendekati ulangan kayak menjadi murid yang udah ngikutin gurunya dari awal.

Beh.

Anak yang akrab dengan guru
Come on. Kita semua pasti punya temen yang kayak gini.

Tipe yang akrab dengan guru tuh ada 2, yaitu yang akrab karena dia sering dipanggil dan 'dipanggil' guru.

Dipanggil guru artinya karena dia well-known sebagai anak yang tergolong pintar di suatu bidang, lets say pintar di bidang matematika. Maka guru matematika akan sangat suka mengahampiri anak ini untuk mencek jawabannya.

Dan yan satu lagi, yang suka 'dipanggil', itu karena anak ini suka sekali bercanda dengan gurunya.

Tapi gurunya nggak bisa di ajak bercanda. Jadi deh, anak ini di cap bandel.

Anak yang lebih suka main dengan kelas lain dibanding 
dengan kelas sendiri

Ini mungkin jarang ada, tapi pasti ada.

Kemungkinan besar kenapa dia lebih memilih main sama kelas lain sih, karena mungkin nggak nyaman di kelas, atau karena lebih suka main sama temen yang di kelas yang lama, atau...

Doinya di kelas lain.

Anak yang suka pergi ke kantin di kala jam kosong atau pelajaran guru yang menurutnya kurang bermutu

Sumpah, gue pengen kayak gini. Tapi kadang-kadang, gue nggak bisa jujur aja. Tapi tetep aja ada anak yang lebih mending ke kantin dibanding ngedengerin gurunya. Apalagi kalo gurunya kadang.... aneh...

Anak yang suka tidur, tapi...

Tapi sering dapet nilai bagus. Padahal, ke sekolah bisa dibilang kayak nggak niat gitu... cuma dateng, terus tidur.

Tapi sekalinya ulangan, bikin orang jengkel. Pasti kita semua punya teman seperti ini.

Anak yang diem-diem aja dikelas, tapi kadang suka bau

Intinya anaknya suka pup dikelas.

Diem-diem.

Kadang-kadang pagi-pagi suka ngilang, karena suka ke toilet.

Anak yang ajaib

Saking ajaibnya... *poof*

Kadang nggak ada yang peduli kemana ini anak pergi...

Kesian.

Anak yang berimajinasi tinggi

Yang terakhir, anak yang berimajinasi tinggi adalah anak yang level imajinasinya terlalu tinggi dan kadang digunakan di tempat yang salah. Kadang nggak tau tempat untuk mengekspresikan imajinasinya.

Jadi jangan kaget kalo tiba-tiba ada anak yang suka diem-diem aja di kelas, lalu suatu saat lu mungkin denger dia teriak,

"Kagebunshin no Jutsu" atau hal yang lain, seperti dia tokoh anime.


.
.
.
.
.
.
sorry riq
.
.

Ya, segitu dulu post rada-rada gue. Besok gue mau ulangan, jadi ya mau gak mau harus di wrap up cepet-cepet.

See ya!

dan doain gue berhasil.


Friday, May 06, 2016

Sunday, May 01, 2016

Manhwa Review : Noblesse

Sebelumnya, buat yang belum tau apa itu 'Manhwa', manhwa itu adalah komik buatan komikus Korea. Kita bisa bilang manga (baca : man-ga) adalah komik buatan komikus Jepang, such as One Punch Man, One Piece, Bleach, dan sebagainya. Sedangkan manhwa adalah komik buatan komikus Korea.

Gitu.

Kali ini gue mau ngereview salah satu manhwa paling tenar di dunia maya Indonesia;

Noblesse.

(img source : noblesse.wikia.com)

Genre : Shounen*, Action, Comedy, Supernatural, Mystery.

1. Plot/Sinopsis.

Noblesse is about a powerful Noble - Cadis Etrama Di Raizel (referred to as Rai) - who has been asleep for 820 years with no knowledge of mankind's advancement and scientific successes. At the start of the webtoon, Rai wakes up in an abandoned building in South Korea, and starts to get used to the modern world.. He goes to a school, where he meets his loyal servant Frankenstein. With Frankenstein's help, Rai enrolls into high school and inadvertently befriends athletic teenager Shinwoo, computer geek Ikhan, and Shinwoo's crush Yuna, and a few others. Noblesse follows the group's often dangerous adventures against a secret organization while uncovering Rai's past.

Read more about Noblesse's characters and etc on Noblesse's wikipedia page and Noblesse wikia.

2. Komentar 

Jujur, sebelum aplikasi 'webtoon' di aplikasi LINE muncul dan bagi-bagi koin gratis, gue belom pernah ngebaca Manhwa. Setelah beberapa lama gue baca beberapa Manhwa, temen gue merekomendasikan Manhwa ini.

Terima kasih, LINE. Terima kasih koin gratisnya.

Awal mula ceritanya memang agak membosankan jujur aja. Karena belum terlalu banyak pertarungan yang dilakukan Rai di awal-awal, Rai terlihat sangat lemah, tetapi dia mempunyai bawahan yaitu Frankenstein, yang membuat gue merubah pikiran kalo Cadis Etrama Di Raizel tidaklah selemah itu. Gak sesuai sama namanya.

Tap, setelah gue jalan beberapa puluh chapter (Btw, gue baca yang berbahasa Inggris. Lebih duluan muncul dan udah banyak chapternya dibanding yang berbahasa Indonesia.), terlihat lah kekuatan si Rai yang menurut gue beberapa chapter kedepannya akan menjadi lebih seru.

Seratus, dua ratus, tiga ratus, empat ratus chapter pun terlewatkan.

Gila.

Keren parah.

Saking kerennya, gue gak bisa ngejelasin. Mending baca sendiri. 

Semakin banyak ngebaca chapter, semakin ingin tahu kelanjutan selanjutnya. 

#NoblesseHype

Oiya, Noblesse ini dapet sebuah video Animationnya yang waktu itu resmi di streaming live lewat LINE. Animation ini buatan animator jepang, dan berbahasa jepang, sehingga bisa dikatakan kalo ini adalah Anime nya. Meski menurut gue yakin sebenernya gak cuma satu animasi tentang Noblesse, karena kalo lo coba cari "Noblesse Animation" di YouTube, resultsnya bukan cuma yang waktu itu di streaming kok!

Beh.

Lebih lanjutnya, lo bisa baca Noblesse di Laman Noblesse di website Webtoon. (Bahasa Inggris. Chapter terakhirnya #404 pas tulisan ini ditulis.) Buat yang mau versi Bahasa Indonesianya, bisa di Laman Noblesse bahasa Indonesia (Berbahasa Indonesia, sumpah. Chapter terakhir yang di update itu chapter ke #376 pas tulisan ini ditulis.)

3. Plus & Minus nya

Perlu gue kasih tau, penilaian ini sangatlah relatif.

+ Plus
  • -Cerita itu gampang di tangkep dan menurut gue salah satu cerita yang bagus. Temen gue bilang cerita ini adalah cerita tentang vampire, tapi gue gak suka vampire. Setelah gue baca Noblesse, gue sadar kalo cerita itu bukan tentang vampire. Tapi bagus.
  • -Kadang cerita yang sedang berjalan kepotong dan harus menunggu minggu selanjutnya / baca chapter selanjutnya. Bikin pengen baca lagi, euy.
  • -Art nya semakin berkembang. Ini adalah hal yang seiring waktu nggak di sadarin oleh banyak pembaca di manga atau manhwa. Kalo lo baca dari chapter 1-ratusan, dan kalo lo lagi bosen dan lo coba baca dari chapter 1 lagi, kerasa banget bedanya.
- Minus
  • -Mungkin ini emang udah sering terjadi di manga atau manhwa manapun. Tujuannya itu masih sangat samar. Filler banyak banget. Meski nggak ngebosenin, tapi ya emang maunya Author begitu, sih.
  • -Kadang cerita yang muncul di awal itu nggak bisa dikira-kira. Meski sangat jarang, tapi chapter selanjutnya kadang nggak hubungannya dengan chapter sebelum chapter ini. Malah di chapter selanjutnya lagi baru lebih nyambung Jadi ya harus lebih bersabar.....

Overall bagus, kalo gue rate 1~10...........


9/10

ea. Gue rada selektif, lho. Tapi emang bagus kok.......


Baca Noblesse dan share cerita lo tentang Noblesse disini!

Sekian dulu,

Cya!

Monday, April 18, 2016

Malam ngebacrit : Orang Pendiam.

Wha, malam ngebacrit nongol lagi. Tempat gue curhat tentang idup gue.

Wihi.

Jadi begini guys,
.
.
.
.
Ada orang yang bilang gue adalah orang pendiam.

Padahal gue cuma mau di ajak ngomong.

Ada orang yang bilang gue itu dingin.

Padahal gue takut orang gak suka tentang apa yang gue omongin.

Ada juga orang yang bilang gue itu orang yang gak bisa di ajak ngomong.

Mungkin emang bener. Tapi gue selalu mencoba mengerti apa yang orang bicarakan.

***

Pada waktu gue SD, gue itu adalah orang yang pendiam. Pada waktu gue SD, gue berpikir tentang hal-hal di atas. Pada waktu SD gue selalu merasa hidup gue nggak adil. Dan pada waktu gue SD pula gue merasa kalo gue itu adalah......

..... orang yang paling tidak beruntung.

Pasti orang yang pernah ada di posisi gue, yang punya temen kayak gue, ataupun yang pernah nge-bully orang yang kayak gue (nge-bully itu gak baik, stoopid.) mungkin tau dengan apa yang gue maksud. Orang pendiam sebenernya nggak pendiam. Bahkan Stephen Hawking pernah bilang, "The quiest people have loudest minds" yang artinya "Fisika itu mudah ccd lo semua"  "Orang-orang pendiam adalah orang yang pikirannya rame" lol what a translation. Orang-orang pendiam itu bakalan memunculkan sifat aslinya kepada orang yang deket sama dia.

Seiring dengan berjalannya waktu, sedikit demi sedikit gue bisa menghilangkan rasa pendiam gue. Waktu SD, gue gak berani ngomong dengan orang dari kelas lain. Lalu, gue gak bakal ngomong sama orang lain di kelas gue yang nggak deket sama gue kalo nggak penting-penting amat. Kecuali kalo gue ikut-ikutan jahil......

Namun sejak SMP, gue bisa menghilangkan rasa takut gue untuk berbicara dengan cowok. Iya, cowok. Gue cowok. Yah, meski masih pilih-pilih karena jujur gue termasuk anak yang kurang pergaulan.

Ketika masa SMA datang, akhirnya gue bisa ngobrol dengan cewek. Setelah berhasil meng-overcome masalah yang udah menghantui gue bertahun-tahun.

Apa gue senang?

Ya. Pretty much.

Nah, di post kali ini gue pengen ngasih tau beberapa fakta orang pendiam. Buat yang ngerasa kalo ini gak benar atau kenapa, post ini semua berasal dari perspektif gue dan apa yang sudah gue alamin pas gue masih pendiem banget.

Jadi tolonglah diam dan disarankan buat di baca.

Jangan remehkan orang pendiam, ya.

#azek

1. Orang pendiam itu sebenarnya orang yang memperhatikan

Ini bener, lho. Jangan remehkan orang pendiam.

Secara diam-diam orang pendiam adalah orang yang memerhatikan. Nggak salah juga dong kalo gue bilang orang pendiam itu kemungkinan besar orang yang perhatian.

:))

Mungkin kita emang nggak kelihatan bodo amatan. Mungkin emang kita terlihat nggak niat menjalani hidup karena hanya menghabiskan waktu dengan diam. Tapi jujur, kita suka memperhatikan hal-hal kecil.

Dan diomongin bersama.

2. Orang pendiam rata-rata diam-diam mematikan

Bukan karena mereka bisa kentut tak bersuara tapi bau banget. Bukan.

Tapi dari apa yang gue alamin, orang pendiam itu kebanyakan wawasannya luas. Entah wawasan tentang berita, politik, ilmu pengetahuan, anime ataupun hal yang bebau jepang, bahkan wawasan tentang Song Joong Ki yang main Descendants of The Sun.

Ada juga, orang yang diam-diam akademik dan non-akademiknya bagus. Terkadang, lebih banyak yang condong ke akademik dibandingkan dengan non-akademik. Mungkin karena mereka lebih dominan menggunakan otak dibanding otot, ataupun jarang menggunakan keduanya bersamaan.

Nerdy.

But still handsome af.

3. Orang pendiam itu mengeluarkan sifat aslinya di lingkungan dekatnya

Kalo lo sering ngeliat ada anak kelas lo yang kalo lagi di dalam kelas itu diem doang, tapi kalo main sama temen-temennya suka rame gitu artinya dia udah menemukan teman yang cocok dengan dia dan bisa membuka diri dengan memunculkan sifat aslinya.

Gue begitu kok.

Sebenarnya, menurut gue sendiri, orang yang kemungkinan pendiam kayak gue itu pengen bisa berkomunikasi dengan orang lain.

Tapi, jujur gue sangat takut kalo orang yang gak bisa nerima orang pendiam atau jarang ngomong sama orang pendiam itu ngerasa aneh, ngerasa gak nyaman, ataupun ngerasa kayak, "Lo ngomong apapun gue gak tertarik."

Sulit.

Jadi bukan berarti orang yang pendiam itu buruk, ya.

4. Orang pendiam biasanya lebih nyaman berkomunikasi dengan orang yang punya kesamaan dengannya

Poin ini mendukung lebih dalam terhadap poin nomor 3. Biasanya kumpulan orang berkumpul karena memiliki cita-cita, keinginan, kesukaan yang sama.

Contohnya komunitas-komunitas pencinta suatu hal. Lewat komunitas-komunitas itulah sharing pengetahuan akan sesuatu terjadi.

Pendiam juga gitu kok. Jadi jangan kira pendiam itu gak punya temen ya meski kadang kurang pergaulan.

5. Orang pendiam itu gak seperti yang orang pikirkan

Ada orang yang mikir kalo orang pendiam itu sombong. Contoh, ketika ketemu temen lama di jalan.
Kebanyakan orang pendiam itu lebih suka menghindari teman lama yang mereka lihat, dan pura-pura nggak ngeliat deh.

Gue sendiri sering ngelakuin hal kayak gituan. Bukan karena gua gak suka ngeliat, ngobrol, atau gimana. Gue cuma takut dan gatau harus ngomong apa.

Hidup gue penuh ketakutan untuk berkomunikasi dengan orang yang udah lama nggak ketemu, dan orang yang baru gue mau kenal.

Sebenernya, mau kenalan kok. Mau nyapa kok. Tapi kadang kita sendiri gatau caranya gimana....

(Post tentang tipe-tipe orang ketika bertemu teman lama ada di sini)

Yah, begitulah.

Sebenarnya, hal yang salah itu mungkin ada di dalam diri si pendiam itu sendiri. Pendiam sendiri itu adalah suatu hal yang sebenarnya nggak patut di lakukan. Rasa anxiety emang pasti ada untuk pendiam, tapi coba berpikir. Apa mau selamanya menjadi pendiam, dan mau mati di kediaman juga?

Gue sekarang sedang berkembang menjadi orang yang tidak hanya berdiam diri di sekeliling orang yang belum gue kenal. Gue mencoba aktif, mencoba melakukan segala hal yang gue bisa.
Agar kelak nanti jadi orang yang..
.
..
.
kagak awkward.

Sekian.

Gajelas banget, dah.

Saturday, April 09, 2016

Liburan gak kemana-mana? Cobain salah satu hal yang bisa lo lakuin pas liburan ini!

Saat gue nulis ini, gue adalah seorang siswa kelas XI SMA. Gue menulis ini disaat gue sedang menjalani masa "belajar di rumah" selama 12 hari, karena kelas XII nya sedang menjalankan UN. Entah UN PBT atau CBT.

Biasanya, anak seumuran gue manghabiskan liburannya dengan berlibur, atau melakukan hal yang berguna. Tetapi gue, lebih memilih untuk diam di rumah. Nggak ngapa-ngapain. Gabut. Diem aja.

Masih terlalu banyak dopamine di dalam otak gue yang nyebabin gue gak mau ngapa-ngapain. Hm.

Sebelum mulainya 'belajar di rumah' yang kira-kira dimulai 8 hari yang lalu, gue berpikir sebaiknya gue memikirkan apa yang mungkin gue lakukan di rumah, kalo misalnya gue gak jalan-jalan. Gue juga berniatan untuk jalan-jalan, paling nggak gue menghabiskan beberapa hari gue untuk jalan-jalan.

Tapi, selama liburan gue lebih condong nggak menghabiskan liburan gue. Sama sekali.

Entah kenapa, liburan gue kali ini rasanya lebih pahit dari jamu. Jamu buyung upik.

Jujur aja, gue berencana juga buat nulis apa yang gue bakal lakuin selama liburan, apa yang gue alamin selama liburan. Dan rencana gue udah tersampaikan dengan post ini, yaitu dengan nggak kemana-mananya gue.

Post kali ini adalah draft gue waktu.... gue baru mau masuk SMA. Cuma sekedar nulis garis besar. Dan udah bersarang laba-laba juga draft ini. Post ini adalah salah satu dari sekian draft gue yang belom kesampean di tulis dan udah di revisi biar gak keliatan bocah. Mungkin ada yang nanya, kenapa gue banyak draft. Soalnya kadang-kadang lagi nulis, eh mood teralihkan. Atau ilang. Atau ada panggilan untuk war bareng.

Malah curhat, kambing.

Oke, jadi kali ini gue mau ngasih tips hal apa saja yang bisa lo lakuin kalo misalnya lagi liburan (entah liburan abis lulus-lulusan, abis UAS, libur lebaran, ataupun meliburkan diri) biar gak bosen dan busuk di rumah!

1. Main game

Main game adalah hal yang paling gue rekomendasiin bagi lo semua yang lebih milih buat ngehabisin waktu liburan lo dirumah. Game-game yang bisa lo mainkan adalah game yang berbasis PC, konsol, ataupun HP.

Paling enak sih, PC.

#pcftw #pc4lyf

Kenapa gue bilang PC?

Karena PC (meski yang standard dan bukan yang overpower) jangkauan gamenya luas, dan bisa untuk main emulator NES, PS1, PS2. Buat controller? Controller PS2/PS3 aja bisa di pake buat controller game PC yang bisa pake controller kok. =)

Apalagi PC yang kuat buat main game berat. Bhe.

Gue gak bilang kayak gini karena gue lebih prefer pc dibanding console, tapi karena emang kenyataannya gitu. Semua menjadi relatif, sih. Tergantung orang itu sendiri ada di sudut pandang mana dan ketemu nyamannya dimana.

2. Bantu beresin kamar

Ini adalah salah satu hal yang pengen gue lakuin. Tapi jarang banget kesampaian.

Buat yang dirumah nya menggunakan jasa yang ngebantu beres-beres rumah, sekali-kali sadar dirilah kalo misalnya kamar lo sendiri berantakan. Bisa mendidik diri sendiri buat bertanggung jawab kalo abis ngeberentakin kamar gitu kan. =D

3. Mencari ide

Mencari ide adalah hal yang pengen gue lakuin ketika gue liburan. Mencari ide yang gue maksudkan disini adalah, mencari ide tentang apa yang ingin lo lakuin nanti di masa depan.

Gue orangnya adalah orang yang menghadapi apa yang akan gue hadapin dalam waktu dekat. Gue sangat jarang berpikir jangka waktu panjang, kecuali masalah ini benar-benar membutuhkan pemikiran panjang.

Bisa dibilang, gue orangnya nggak berpemikiran panjang kalo gak dibutuhkan. Jadi, sulit untuk serius kalo gak di butuhkan.

Kagak deng. Bisa dilihat dari post-post gue, gue itu gimana orangnya kalo mikir pendek.

Buat yang mau mencari ide tentang hal lain, seperti apa yang bakal lo lakuin esok, atau apa yang pengen lo cari idenya yaa itu boleh lah pastinya!

4. Belajar

Sebelum gue melanjutkan, sebelumnya lo bakal mikir.

"Ambis lo, nyet."

Wei, jangan menghakimi dulu. Mungkin gue berpikir kayak gini, tapi selama liburan gue gak pernah nyentuh buku pelajaran atau buku referensi atau buku apapun yang berhubungan dengan pelajaran sekolah. :)

Lagian, orang yang notabene 'ambis' itu juga punya alasan tersendiri, dan alasannya itu terbilang bagus buat dia. Gak ngerugiin orang, kecuali kalo orang lain yang suka merasa rugi karena orang yang dibilang ambis. Kadang-kadang, masalah ambisius ini malah bikin orang itu ngedown karena dibilang ambis. Padahal, mungkin emang dari sananya itu dia udah begitu dan itu udah menjadi kebiasaan. Jadi kalo ada temen ambis, katain ambis aja tapi dalam taraf bercanda aja. :)

Gue sering kok bercandain orang begitu.

Ya, buat yang mau belajar kalo lagi liburan ya silahkan. Sangat-sangat memerhatikan masa depan sekali biasanya sih yang kayak begini.

5. Maraton film/anime/drama/apaan kek 

Nonton film atau anime atau variety show (ea) biasanya adalah hal yang lumrah buat gue lakukan selama gue liburan. Tetapi, di liburan UN pas gue nulis ini (Kelas XI) gue bener-bener nggak ngapa-ngapain. Jarang nyentuh HP. Jarang baca komik. Jarang nonton film, anime, dan sebagainya.

Buat lo yang waktu itu ketinggalan anime spring/winter/summer season, lo bisa nonton pas lagi liburan ini kok!

Mayan, dari pada waktu lo terbuang sia-sia dengan ngelakuin hal yang nggak bener gitu, kan.

6. Ngebuat sesuatu!

Lo punya skill akan sesuatu?

Seperti ngebuat lagu, film, atau nulis? atau bahkan skill untuk pup di toilet duduk dengan berdiri?

Daripada nggak ngegunain skill lo untuk menciptakan sesuatu yang bisa menyenangkan orang banyak in positive way, kenapa nggak?

Ngebuat lagu lalu di upload ke soundcloud, ngebuat shortmovie bareng temen-temen, ataupun ngehabisin waktu di rumah untuk nulis blog ataupun untuk nulis buku untuk dikirim ke penerbit juga oke!

Gue sih lebih menyarankan buat nulis. Nulis buku, gih!

#hftlyf

7. Cari duit

Daripada otot atau otak gak kepake selama liburan, mending dipake buat cari duit.

Bukan karena kekurangan uang atau kenapa, tapi yaaa mendingan dipake daripada gak diasah terus otaknya atau gak di pake ototnya, nanti mengecil lho ototnya.

Enaknya sih cari kerja online.

Lengkapnya, cari di google. Usaha keras tidak akan menghianati, kok! ;)

update

8. Olahraga

Ini adalah salah satu kegiatan terpositif yang bisa lo lakuin saat lagi liburan. Jangan cuma olahraga 5 cari (misal : gundu, catur, karambol, dan congklak), tapi cobalah untuk berolahraga yang minimal menggerakkan anggota-anggota tubuh dan paling nggak bikin keringetan.

Pake app workout di store, misalnya.

9. Merenung.

Konotasi merenung seakan jelek belakangan ini. Padahal gak semua merenung itu jelek.

Emang terkadang merenung itu dilakukan karena seseorang telah melakukan hal yang tidak baik, dan mereka merenung dan menyesal tentang apa yang mereka telah perbuat. Tapi, merenung bisa lo lakuin untuk memikirkan apa yang akan lo lakuin di masa depan, contohnya. Atau apa yang akan lo lakuin pada liburan yang akan datang kalo lo nggak kemana-mana,

Ya, gue ngepost ini sambil ngerenung, lho.

Gakdeng.


Intinya seperti itu.
.
.
.
.
.

Sekian dulu postan ccd dari gue. Gue tau, isinya gak seberapa. Tapi maksud gue nulis beginian karena gue mau kabur dari zona nyaman gue gak mau ngapa-ngapain selama liburan gue yang gak nggak kemana-mana.

Cheers!

Sunday, March 20, 2016

Problematika yang di alami pas chatting

Jujur, pikiran gue terbagi. Di satu titik gue lebih suka untuk ngobrol lewat chat, dan di titik lain gue lebih suka ngobrol di real-life karena gue merasa dapat memperkecil kemungkinan miskomunikasi.

Because of that, sekarang gue mau nulis tentang beberapa hal yang sering kita anggep agak gimana-gimana gitu kalo lagi chat sama orang. Orangnya beda-beda tentunya, karena gaya tulis orang itu berbeda-beda.

Gue bikin dalam format Q&A.

Lol.

Q : Kenapa sih biasanya kalo di akhir kalimat di tambahin titik itu artinya lagi gak mood?

A :Ini adalah salah satu problem yang gue alamin. Kalo lagi chat sama orang lalu di akhirnya di akhirin tanda titik, biasanya berarti tanda 'sirine' sudah nyala.

Mungkin orang yang lu ajak chat lagi gak mood buat chatting karena sesuatu. Atau karena lu yang bikin bete? ;)

Padahal, tanda titik di akhir kalimat gak selalu menjadi pertanda kalo orang itu lagi gak mood. Kemungkinan-kemungkinan lain muncul, seperti mungkin dia adalah orang yang benar-bener sudah hapal EYD dan perfeksionis dalam setiap apa yang ditulis. Mungkin juga di handphone nya emang ter-setting kalo setiap akhir kalimat sistem akan menambahkan titik dengan cara tap space 2 kali atau yang lain.

Mungkin aja dia juga iseng.

Atau jaim.

Kayak nulis blog gitu akhirannya sok-sok di akhirin dengan 'titik'.

Q : Kalo orang yang di chat itu suka nyingkat-nyingkat kalimat gimana?

A : Well, yeah gue juga orangnya suka nyingkat-nyingkat kalimat. Contohnya, misal gue nulis,
"Jangan baca blog gue, kurang kerjaan banget. Gausah di baca oke."

Kalo di chat, gue bakal tulis, "Jgn baca blog gue, krg kerjaan bgt. Gausah di baca ok"

Well, ya karena gue lebih berpikir kalo chat ini mau terus gue bales, gue harus menghemat waktu sebaik-baiknya. Itu menurut gue. Kemungkinan lain, bisa aja orang yang lu chat lagi sibuk, atau emang gak mau chat sama lu.

Apalagi kalo kalimat di atas di singkat gini, "Jgn bc blog gw, krg krjaan bgt. Gausah di bc k"

Hadeh.

Q : Kok gue bingung ya. Banyak yang kalo nulis di status pake 'gue' tapi kalo chat dia pake 'gua' atau 'gw'. Sama halnya dengan 'lo' dan 'lu' nih.....

A : Menurut gue pribadi, penggunaan 'gue', 'gua', 'gw' itu sama aja. Menunjuk ke individu yang sama juga.

Sama halnya dengan 'lo' & 'lu' juga kan?

Gue gitu, kok. Di blog gue terbiasa nulis dengan 'gue' dan kalo di chat terbiasa pakai 'gua'. Gue ada pandangan sendiri tentang penggunaan gituan. #bhak #tapiseriusan

Terus, jangan bawa perasaan a.k.a baper kalo misalnya lo chat sama seseorang dan dia pake aku. Bukan berarti dia nganggep lo spesial.

Emang dia begitu ke semua orang.

Q : Anjir gue baper, Di. Ehm... lanjut aja. Kalo misalnya ada yang suka nambahin huruf vokal di akhir kalimat, kayak, "Biasa ajaaa" itu gimana ya?

A : Itu kalo di ucapin emang kedengeran kayak ada sesuatu yang di sembunyiin. Tapi kalk di chat, kemungkinan-kemungkinan lain muncul. Kayak emang dia nyembunyiin sesuatu, atau pengen keliatan friendly, bahkan pertanda kalo dia mau sesuatu.

Ya know what I mean.

Q : Oohh ya ya gue ngerti apa maksud lo. Tapi lo pernah kepikiran gak sih, apa yang mereka omongin di chat itu sebenernya belom tentu di lakuin di beneran?

A : Ya iyalah. Dunia ini penuh orang yang mageran dan orang yang suka tertawa berlebihan.

Kayak misal di chat yang suka nulis gini :

"Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk"
(Ini ekspresi 'hahaha' orang indo)

Kalo cuma 'wkwk' gue masih bisa lah di mengertin tapi kalo udah panjang banget, seakan itu ketawa berlebihan tau.......

Ekspresi lol juga sebenernya kurang tepat, karena lol berarti tertawa terbahak-bahak (lol itu singkatan. Cari di google singkatan dari apa).

Sedangkan lu gak beneran ketawa terbahak-bahak kan....

Q : Kalo yang biasanya suka chat pake akhiran ':v' atau emotikon lain gimana?

A : Kadang-kadang sisipan emotikon di akhiran kalimat sering melambangkan ekspresi pemberi emotikon saat memberi emotikon.

Tapi sih biasanya, yang suka pake emotikon ekspresi wajahnya tuh gak kayak ':v'....

Tapi ekspresi hatinya begitu.

Q : Lu suka pake kan kambing. Oke yang terakhir nih, kalo yang suka read doang atau suka gabales gitu tapi nanti ngechat lagi/cuma ngeread juga ujungnya?

A : Gini. Jangan berpikir negatif tentang orang yang lo chat, malem-malem gak bales dan besoknya cuma di read atau bahkan gak di buka chat lu. Jangan.

Kemungkinan mereka yang melakukan itu emang karena gaada yang harus di omongin lagi atau bingung bales apa. Atau karena emang gak nyangka di chat lu. Atau emang karena lo emang gak di harapkan untuk nge chat dia.

Who knows.

Udah dulu ye, lu nanya mulu. Kalo mau nanya lagi ntar gue tambahin di sini, asal lu nulis di komentar apa yang harus di tambahin, pake 'Q : *isi yang harus gue tulis*'

Alryt
Peace out.

Saturday, March 19, 2016

Mendingan Gojek atau Grab? (19 maret 2016)






Heyo, orang-orang sekalian.

Lo pada tau kan, perang ojek online sudah semakin ramai. Kalo lo sering keluar rumah dan ke jalan raya, lalu lo ngeliat pengendara-pengendara motor yang bermacam-macam. Kalo lo liat ada pengendara motor yang ngebawa atau pake helm berwarna hijau, biasanya itulah salah satu tanda pengendara ojek online.

Duo besar aplikasi ojek online di Jakarta, Grab (sebelumnya Grab Bike) dan Gojek menjadi salah satu solusi yang mudah dan murah bagi yang ingin menggunakan sarana ojek sebagai transportasi untuk menuju ke suatu tempat.

Sejauh yang gue tau (sebagai pengguna parsial Gojek dan Grab Bike), Gojek dan Grab hanya bersaing di "Ojek" atau "Bike" saja. Ramainya orang-orang yang lebih memilih Ojek sebagai sarana transportasi karena lebih murah dan lebih cepat sampai (ini relatif, karena biasanya di Jakarta banyak jalan tembusan menuju ke tempat tujuan). Tetapi selain dari "ojek", fitus lain dari Gojek dan Grab itu berbeda.

Ayo baca review gue!

Tampilan Aplikasi

Yah, karena gue pengguna Android, ya jadinya gue pake aplikasi Gojek dan Grab di Android.

*GOJEK






Seperti yang bisa lu liat, gak cuma gojek doang layanan yang ditawarkan oleh Gojek. 
  • Go-Send : Kalo lo lupa bawa barang atau ketinggalan, lo bisa pake fitur ini.
  • Go-Ride : Ini nih, si Gojek.
  • Go-Food : Kalo misal lo laper tapi males buat jalan, Go-Food bisa jadi solusinya.
  • Go-Mart : Kalo misal males belanja, 
  • Go-Busway : Gue masih kurang ngerti fungsinya apa, tapi keliatannya sih terintegrasi dengan transjakarta, dan gue bisa liat jadwal Busway di halte apa, pada pukul berapa.
  • Go-Tix : Sesuai namanya. Buat pesen tiket. #noshit
  • Go-Box : Kayak buat mindahin barang-barang kalo lo mau pindah rumah, ini bisa jadi solusi.
  • Go-Clean : Solusi untuk yang males bersihin rumah!
  • Go-Glam : Gaperlu dijelasin. Fix.
  • Go-Massage : Buat pesen massage laah.
*GRAB



 Layanan yang di tawarkan di aplikasi Grab adalah:

  • GrabTaxi : Males panas-panasan naik GrabBike? GrabTaxi bisa menjadi solusi! Yang gue tau, Grab kayak berkoalisi sama Taxi mana gitu, jadi bisa deh dipanggil kerumah.
  • GrabBike : Males sama macet Jakarta dan pengen lebih cepet sampai tujuan? Ya pake GrabBike laah.
  • GrabCar : Solusi biar gak kepanasan lain selain GrabTaxi. Fare lebih murah, lho. Mobilnya lebih besar dibanding Taxi tentunya. Dan kalo rame-rame, bisa patungan biar bayar. 
  • GrabExpress : Ini tuh buat kirim-kirim paket gitu broh. Bisa untuk menjemput paket juga lho dan pastinya dianter ke tempat tujuan.

Nah kebayang kan sekarang gimana fitur-fiturnya? 

Menurut gue, setiap aplikasi punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, dengan gak menyebut bahwa masing-masing suka promo tentunya.

Perbandingan kedua aplikasi tersebut

Di section ini, gue akan menyebutkan kelebihan & kekurangan kedua aplikasi tersebut, sesuai dengan layanan yang pernah gue coba. Inget, sesuai dengan apa yang udah gue alamin.

Perbandingan:

  • Layanan yang ditawarkan lebih menarik : Gue orangnya gak ribet. Mau pake mobil, mau pake motor. Asal sampai dengan selamat gue udah puas. Nah, karena itu gue akan membandingkan transportasinya. Grab lebih dominan dengan transportasi. Sedangkan Gojek transportasinya hanya untuk personal, yaitu Go-Ride. Karena itu, semua kebutuhan transportasi gue eliminasi dari kedua apps tersebut. Sisa di Grab hanya tinggal GrabExpress, sedangkan di Gojek masih ada Go-Food, Go-Mart, dan lain-lain. Karena sisanya lebih banyak, otomatis yang bisa dilakukan dengan app Gojek lebih banyak dari Grab. Gojek unggul di sisi ini.
  • Untuk pergi kemana-mana, tentu gue lebih pilih paket personal ride yang dapat gue pilih di Grab (GrabBike) dan Gojek (Go-Ride). Tetapi, trip sendirian kesannya ga enak banget kalo pergi ke destinasi wisata yang ada di Jakarta. Maka, transportasi sangat di butuhkan kalo pergi bareng temen-temen di saat kendaraan kita rusak/gak bisa di pakai rame-rame. Dengan cara di atas, gue eliminasi layanan yang gak berbau transportasi dari kedua apps. Sisa dari Gojek hanya Go-Ride, dan Grab ada GrabBike, GrabTaxi, dan GrabCar. Jelas, Grab unggul dibanding Gojek di sisi ini. 

Ada tambahan dikit, minggu ini (14 Maret sampai 20 Maret) Grab mengadakan "free ride" untuk GrabBike dengan maksimum fare Rp 50.000,- bagi pengguna baru. Jujur, di saat itu (tanggal 14 Maret) adalah saat pertama gue pake Grab, kebiasaan pake Gojek sih. Well yeah, Grab lebih sering mengadakan promo yang gila-gilaan buat narik konsumen. Pada hari rabu, saat gue selesai makan di suatu resto, gue pesen GrabBike untuk pulang. Gue mulai pesen jam 3 sore. Sampe jam 3.35 belom dapet driver. Padahal pas gue liat mapsnya, ada beberapa driver di deket lokasi gue. Mana mendung, mana bekas ujan jadi becek, gadapet GrabBike lagi. Sedih. Ketika saat itu mulai gerimis, saat itu juga gua langsung kayak, "Well yah. Gue pesen Gojek." Dan gue langsung dapet driver. Dan keujanan. Thanks GrabBike.

Dan entah kenapa, gue gak berpihak di satu pihak untuk masalah ini. Gue yakin kalo suatu saat di masa depan nanti, dua-duanya bisa makin memperkuat layanannya kedepan. 

Dan memperbanyak driver, tentunya.

Oiya dan promo dibanyakin, ya.

Kalo lo gimana? Prefer ke Gojek atau Grab? :)







Makasih buat baca tulisan gue, dan see you.

peace out.

Saturday, March 12, 2016

Saya (tidak) senang.

Halo. Udah lama banget gue belom ngepost lagi.

Jujur, selama ini gue bukannya bingung buat ngepost apa buat blog. Hampir tiap hari gue selalu nemuin ide yang ujungnya gue selalu pengen jadiin postingan blog. Tapi sayang, waktu gue gak ada. Kadang-kadang gak sempet (karena males), ada tugas (tapi gak ngerjain karena males), dan karena gak ngapa-ngapain (karena males, lagi).

Jadilah akhirnya hari ini, gue, Hadi, empunya blog yang udah ngebiarin blognya ngegembel akhirnya ngepost lagi.

Ngomong-ngomong tentang judul, to be honest gak ada sama sekali hubungannya judul post ini dengan posting ini, hidup gue yang udah begini, dan hidung gue yang pesek ini. Karena gue rada gak ngerti mau nulis apa karena ide-ide gue sudah terlupakan, jadinya gue nulis spontan aja deh.

Gue udah kelas 2 SMA disalah satu sekolah yang kalo di search di Google Search, results tentang sekolah gue itu ratusan ribu. Bukan berarti gue mau pamer, tapi gak semua dari ratusan ribu itu semua tentang sekolah gue.

Oke gak nyambung. Lupakan.

Jadi gue menulis post ini saat liburan Ujian Sekolah kelas 3. Gue menghabiskan liburan gue untuk dirumah doang mainly yang tentunya beralasan. Gue males kemana-mana.

Nah! Karena begitu, kali ini gue akan menceritakan tentang idup gue kenapa gue lebih memilih dirumah.

Menurut gue, rumah itu tempat teraman. Gak ada tempat ter-pw selain dirumah. Lo capek belajar di sekolah? pengennya pulang. Capek abis kerja di luar rumah? Maunya cepet-cepet pulang. Pergi jalan-jalan? Ya ini relatif sih. Ada yang lebih condong mendingan diluar rumah istirahat. Tapi menurut gue, rumah adalah tempat yang paling ideal untuk melakukan apapun.

Gue suka buat menyendiri di kamar (bukan ngegalau nyet), kadang-kadang mikirin diri gue sendiri. Gue selalu mikirin hal lain. Mikirin orang, mikirin barang, mikirin makanan, tetapi gak pernah mikirin diri gue sendiri. Nah, saat itu adalah saat yang paling tepat untuk mikirin diri gue. Bakal jadi apa gue nanti. Mau makan apa gue nanti.

Gitu.

Rumah yang gue maksud juga sebenernya punya arti yang luas. Rumah bukan cuma berarti tempat lu berteduh dari hujan, beristirahat karena capek, atau tempat pup ternyaman. Tapi rumah adalah tempat dimana lu merasa hangat bersama orang-orang yang deket dengan kita, lyk keluarga, sahabat, teman, dan doi.

Anjir, Gue jijik sendiri.

Selama ini, gue Alhamdulillah selalu merasa berada di tempat yang bener-bener bisa gue anggap rumah. Rumah yang bener-bener bisa gue jadiin tempat gue berinteraksi dengan orang lain. Gue sebagai orang yang dulu sangat introvert dan lebih memilih rumah asli dibanding 'rumah' yang gue maksud, sangat-sangat senang akan perubahan yang gue udah alamin.

Oke cukup.

Ini dari post ini gue cuma mau bilang kalo gue telah kembali dari kuburan.

Lagi nulis post yang bener-bener bisa dibilang post.

Lagi iseng nulis buku juga.

Ok.